1.000 Piring Bubur Sabilal

makan bubur sabilal

RATUSAN orang tiap hari memadati Gedung Aula Serbaguna di dalam Kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin sepanjang sore bulan puasa ini. Menjelang 10 hari ketiga bulan Ramadhan jamaah yang hadir melampaui angka ribuan orang.

Yang mereka tunggu tiada lain adalah makanan berbuka puasa Bubur Sabilal yang mengundang selera. Bubur sop dengan bahan-bahan beras, kentang, wortel, daging, telur, ayam iris, rempah-rempah dan minyak samin memang ikon menu berbuka puasa Masjid Sabilal Muhtadin sejak tahun 80-an.

Adalah Hj Sabah tokoh utama di balik layar keberadaan Bubur Sabilal ini. Wanita berusia 56 tahun ini sudah menyatu dengan asap Bubur Sabilal saat ‘mengawah’ (memasak dalam kuali besar) bersama mertuanya Hj Badariah di kediaman di Jalan Antasan Kecil Timur RT 11 Banjarmasin.

Ibu mertuanya Hj Badariah adalah orang pertama yang dipercaya petugas Masjid Sabilal untuk menyiapkan hidangan berbuka untuk jamaah masjid terbesar di Kalimantan Selatan ini.

Sabah mulai memasak bubur bersama ibu metua sejak Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin dijabat oleh Ustadz Rafi’ie Hamdi, awal tahun 80-an. Waktu itu dana memasak bubur berasal dari ‘duit pecahan’ (uang recehan hasil sumbangan jamaah masjid), sedang sekarang memakai dana anggaran khusus.

Sehari-hari pekerjaan Sabah memasak bubur dibantu 3 orang tukang aduk (membolak-balik bubur agar masaknya merata). Sementara ia sendiri lebih berkonsentrasi untuk urusan pengadaan dan pengolahan resep bumbu dan rempah-rempah. Sabah pula yang menakar bumbu dan racikan bahan-bahan ke dalam bubur.

Suaminya, H Anang Jarkasi bertugas menyiapkan alat-alat masak, bahan bakar dan mengisi air ke dalam kawah hingga merebusnya. Pasangan suami istri yang sudah memiliki 3 cucu ini kompak bahu membahu berbagi peran menyiapkan masakan hingga memuatnya ke dalam beberapa termos berukuran besar dan mengantarkannya dengan mobil pick up ke Masjid Sabilal. Bersama tiga tukang masaknya Sabah juga nantinya yang menyendok bubur ke dalam piring-piring dibantu oleh remaja masjid.

Pekerjaan memasak bubur dimulai dengan memasak air sekitar jam 07.30. Sekitar dua jam kemudian 3 kawah gelombang pertama sudah masak. Pekerjaan dilanjutkan mengawah gelombang kedua dan ketiga. Sekitar jam 14.30 seluruh pekerjaan mengawah (total 9 kawah) diselesaikan.

“Tiap hari memasak 3 blek (60 liter beras). Itu kita hitung cukup untuk berbuka 1.000 bahkan sampai 1.200 orang,” ujar Sabah, Senin (23/7/2012).

Anang Jarkasi mengungkapkan beberapa tahun silam pernah pada satu hari panitia mesjid meminta ganti menu dengan nasi. “Yang terjadi ikannya malah habis duluan, nasinya banyak tersisa. Akhirnya dikembalikan lagi ke bubur,” ujar pensiunan PNS di Pemprov Kalsel ini.

Selain melayani kebutuhan jamaah Masjid Sabilal, dua masjid dan sebuah mushalla (langgar) di Kota Banjarmasin juga memesan bubur buatan Sabah sebagai menu berbuka puasa bagi para jamaahnya.

“Masjid di Komplek Ratu Zaleha juga memesan bubur ke sini. Selain itu ada langgar di kawasan Kayu Tangi. Ada lagi masyarakat sekitar yang ikut beli bubur untuk makanan bayi, atau dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga di rumah,” ujar Anang.

“Selesai shalat Maghrib baru seluruh tugas saya rampung,” ujar Sabah yang di luar bulan puasa membuka usaha catering pengantin dan memasak untuk orang yang mengadakan hajatan aqiqah anak.

Masalah seperti terkena tumpahan bubur panas atau kompor macet adalah suka-duka selama menjadi tukang masak. “Sukanya ada rasa bahagia melihat orang berbuka dengan bubur yang kita masak,” pungkas wanita murah senyum ini. Aly

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

3 Komentar





Validasi
  • Chu30-07-2017 20:09:48 I know this if off topic but I'm looking into
    starting my own weblog and was wondering what all
    is needed to get set up? I'm assuming having a blog like yours
    would cost a pretty penny? I'm not very internet smart so I'm not 100% positive.
    Any tips or advice would be greatly appreciated. Thank you
  • Allison15-07-2017 03:11:17 My coder is trying to persuade me to move to .net from PHP.

    I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he's tryiong none the less. I've been using Movable-type
    on a variety of websites for about a year and am worried about switching
    to another platform. I have heard very good things about blogengine.net.
    Is there a way I can transfer all my wordpress posts into it?

    Any kind of help would be really appreciated!
  • Pete14-04-2017 00:42:37 No matter if some one searches for his necessary thing,
    so he/she needs to be available that in detail, so that thing is maintained over
    here.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1744831
Kunjungan Hari Ini : 190
Online User : 11
Last Update : 16-08-2017

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

Lowongan Kerja KARIR PADwww.karirpad.com/lowongan/kerja/semuanya

[Get This]