3 Penyebab Terjadinya Deja Vu

deja vu

Deja vu. Pinterest

Pernahkah Anda merasa melakukan hal yang rasanya pernah Anda lakukan sebelumnya. Kita mengenalnya dengan istilah Deja vu.

Sebuah penelitian dalam jurnal Psychological Bulletin pada tahun 2003 mengungkapkan, dua dari tiga orang pernah mengalami fenomena tersebut sekali atau lebih.

Deja vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya sudah terlihat.

"Ini bukanlah studi yang dipelajari secara luas. Namun, kami berspekulasi ada beberapa hal yang membuat seseorang mengalaminya," ujar Alice Medalia, PhD, seorang profesor psikologi medis di Columbia University Medical Center.

Apa penyebabnya?

1. Sudah berada di suatu tempat yang sama sebelumnya

Beberapa peneliti percaya deja vu terjadi ketika Anda masuk ke lingkungan yang mirip dengan yang apa yang Anda alami di masa lalu. Misalnya, seseorang memasuki sebuah lobi hotel yang memiliki konsep ruangan yang sama dengan ruang tamu di rumah yang ditempati saat masih kecil.

Para peneliti menguji teori tersebut pada tahun 2009, dan hasilnya para partisipan yang disuguhkan gambar yang tidak ada hubungannya, yaitu halaman rumah berpagar dan ruang berloker merasakan deja vu karena gambar tersebut disusun dengan cara yang mirip. Pada peneliti menyimpulkan bahwa kemungkinan ada hubungan antara deja vu dengan perasaan 'akrab' pada suatu hal.

2. Sering bepergian

Sebuah tinjauan tahun 2003 mengungkapkan bahwa orang-orang yang melakukan perjalanan dan dapat mengingat mimpi mereka, lebih mungkin untuk mengalami deja vu daripada mereka yang tinggal di rumah atau tidak pernah mengingat mimpi mereka. Orang-orang tersebut dapat memperluas sumber (seperti petualangan di tempat lain atau sekadar imajinasi) sehingga membuat mereka merasa lebih akrab dengan lingkungan yang baru pertama kali dihadapi.

3. Ada sesuatu dengan otak

Beberapa orang yang memiliki epilepsi lobus temporal (sejenis epilepsi yang terjadi di bagian otak yang menangani memori jangka pendek) mengalami deja vu beberapa saat sebelum mengalami kejang. Ini adalah salah satu tanda bahwa fenomena tersebut berhubungan dengan keaktifan memori. Selain itu, beberapa ahli juga berpikir bahwa deja vu dipicu oleh semacam gangguan yang berhubungan dengan kerja neuron dalam otak.

"Tapi kemungkinan ini adalah hasil di mana otak tengah berjuang memproses beberapa informasi, namun karena beberapa alasan, tidak dapat menyelaraskan dengan benar atau kurangnya sinkronisasi," ujar dr. Medalia. health/metrotvnew.com
 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Nellie14-04-2017 09:12:29 Excellent post. I used to be checking constantly this blog and
    I'm impressed! Very helpful info specifically the closing part :)
    I deal with such info much. I used to be looking
    for this particular info for a long time.
    Thank you and best of luck.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1627522
Kunjungan Hari Ini : 845
Online User : 18
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]