Anak-anak Diimbau Tidak Konsumsi Minuman Energi

Anak-anak jangan konsumsi minuman energi

Minuman energi tak bagus untuk anak-anak. AFP

Minuman energi seharusnya tidak dikonsumsi untuk anak-anak berusia di bawah 16 tahun, kata sebuah kelompok yang gencar mengampanyekan pembatasan gula untuk anak.

Kelompok bernama Action on Sugar itu melakukan survei terhadap label yang tercantum pada 197 minuman energi di supermarket dan toko online.

Mereka menemukan sebuah minuman yang mengandung 10 sendok gula per 250 mililiter atau dua kali lipat dari rata-rata kandungan gula pada minuman energi.

Temuan itu memperkuat argumentasi Graham MacGregor, profesor kesehatan jantung Universitas Queen Mary London sekaligus ketua kelompok Action on Sugar.

“Anak-anak ditipu oleh minuman-minuman ini. Mereka pikir dengan mengonsumsinya dalam jumlah banyak, kemampuan mereka di sekolah atau pada saat berolahraga akan meningkat. Kenyataannya, yang minuman-minuman ini lakukan adalah meningkatkan risiko obesitas atau diabetes tipe 2 yang akan berdampak pada kesehatan mereka dalam jangka panjang,” kata MacGregor sebagaimana dilansir BBC, Kamis (26/2/2015).

Diabetes tipe 2, lanjut MacGregor, akan menyebabkan kebutaan, amputasi anggota tubuh, dan gagal ginjal.

Sementara itu, Asosiasi Minuman Ringan Inggris (BSDA) menyatakan minuman energi disebut demikian karena kandungan kafein dan glukosa untuk mendorong energi.

“Minuman itu tersedia dalam beragam jenis, rasa, dan ukuran, termasuk rendah atau tiada kalori. Anggota-anggota BSDA tidak mempromosikan minuman energi untuk anak berusia di bawah 16 tahun dan semua produk dilabeli sesuai dengan aturan Uni Eropa,” kata BSDA.

Asupan gula

Seruan kelompok Action on Sugar senada dengan sikap Dr Alison Tedstone dari Badan Kesehatan Publik Inggris. Menurutnya, minuman energi biasanya mengandung kadar gula yang tinggi sehingga bisa menyebabkan kerusakan gigi pada anak.

“Kaum remaja biasanya mengonsumsi kadar gula 50% lebih tinggi dari batas maksimal yang direkomendasikan. Kontribusi terbesarnya berasal dari minuman manis,” kata Tedstone.

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah Inggris telah mengimbau publik untuk mengurangi konsumsi gula.

WHO menetapkan asupan gula tidak melebihi 10%dari total kalori harian, atau kira-kira tidak boleh lebih dari enam sendok per hari. bbc.co.uk

 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Christi13-04-2017 23:38:46 That is really attention-grabbing, You're a very professional blogger.
    I've joined your feed and look forward to seeking more of your fantastic post.
    Additionally, I've shared your website in my social networks

Web Statistik

Total Kunjungan : 1622866
Kunjungan Hari Ini : 646
Online User : 11
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]