Banjarmasin Kota Pusaka Tepi Air

KOTA PUSAKA - Kepala Bappeda Kota Banjarmasin Nurul Fajar Desira (kiri), saat menerima kunjungan Suhadi Hadiwinoto dari Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Kepala Seksi Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Banjarmasin Mujiyat, dan pelaku pariwisata Imam. Banjarmasin bersama-sama Samarinda, Pontianak dan Palembang merupakan Kota Pusaka Tepi Air.

Banjarmasin akan terus berbenah mempercantik wajah kotanya. Apalagi Pemerintah Kota Banjarmasin sudah mencanangkan program tahun 2015 sebagai Tahun Kunjungan Wisata.

“Tahun 2013  dan 2014 kita pembenahan fisik, tahun 2014 promosi. 2015 Tahun Kunjungan Wisata, sepanjang Januari sampai Desember event (pariwisata) penuh,” ujar Kepala Bappeda Kota Banjarmasin Nurul Fajar Desira, Rabu (26/9).

Untuk mensukseskan Tahun Kunjungan Wisata 2015 itu, Pemerintah Kota Banjarmasin tak bergerak sendirian. Daerah kabupaten-kota lain di Kalimantan Selatan yang memiliki andalan objek wisata alam, budaya dan sejarah bakal diajak bergandengan tangan.

“Kita akan gabung dengan teman-teman Martapura, Loksado (Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan), Amuntai, Batu Licin,” katanya saat menerima kunjungan Suhadi Hadiwinoto dari Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI). 

Fajar mengungkapkan Banjarmasin mempunyai pusaka berupa bangunan masjid yang berusia ratusan tahun yakni Masjid Sultan Suriansyah dan Masjid Jami. Sebagai kota tua yang berusia 486 tahun, Banjarmasin juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi berupa makanan dan kesenian tradisional.

“Di sini juga ada kerajaan Banjar di Kuin, tapi bukti bangunannya tidak ada,” ujarnya. 

Banjarmasin termasuk kota yang tergabung dalam Program Pelestarian dan Pengembangan Kota Pusaka (P3KP). Bersama Samarinda, Pontianak dan Palembang, Banjarmasin adalah Kota Pusaka Tepi Air.

Kota Pusaka merupakan kota yang memiliki keunggulan dan keunikan dari segi alam (Pusaka Alam), bangunan peninggalan bersejarah yang masih bisa disaksikan keberadaannya (Pusaka Ragawi), saujana atau cultural lanscape (Pusaka Nonragawi).

Beberapa kawasan di Kota Banjarmasin yang ditetapkan untuk dikembangkan dan dijaga kelestarian pusakanya meliputi Kampung Sungai Jingah, Kampung Sungai Mesa, Kampung Kuin, Sungai Martapura dan Pasar Terapung.

Suhadi mengatakan Banjarmasin sebagai Kota Pusaka Tepi Air memiliki keunggulan, potensi alam dan kekayaan budaya yang mestinya dipelihara dan dikembangkan dengan melibatkan komunitas masyarakat.

“Jangan abaikan kekuatan rakyat.  Aspek revitalisasi ekonomi dan revitalisasi sosial budayanya juga perlu digarap, tidak hanya indah,” katanya.

Ia mengungkapkan perlu dilakukan langkah agar semua aspek berkembang harmonis, kehidupan masyarakat bergairah. Tidak semata untuk mendatangkan dolar. “Tapi yang penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Wisatawan, menurut dia, datang tidak hanya menikmati pemandangan. Tetapi juga ingin mengalami kehidupan masyarakat. “Untuk  inilah harus berbagi peran, pemerintah membimbing, swasta mendatangkan wisatawan, masyarakat dengan dengan kegiatan lokal komunitasnya,” katanya. Aly

 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Noella31-07-2017 13:40:01 Do you mind if I quote a few of your posts as long as I provide
    credit and sources back to your site? My blog is in the exact same niche as yours and my
    visitors would genuinely benefit from a lot of the information you present here.

    Please let me know if this okay with you. Thank you!

Web Statistik

Total Kunjungan : 3405053
Kunjungan Hari Ini : 3137
Online User : 21
Last Update : 18-10-2018

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]