Benahi Sistem Transportasi Kota

Proses urbanisasi yang semula dipahami terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota kini dapat juga berarti proses pengkotaan suatu daerah yang tadinya kampung. Contohnya Handil Bakti, Sungai Lulut dan Kertak Hanyar yang tadinya kampung kini berubah dan lahir menjadi kota-kota baru sejak munculnya percepatan pembangunan kawasan perumahan baru di luar pusat kota Banjarmasin. Di tiga wilayah kota baru ini pun tumbuh pula bangunan ruko-ruko.

“Jumlah penduduk terus bertambah, pemerintah mestinya tidak hanya menyiapkan pertambahan fasiltas pemukiman tapi juga perlu memikirkan fasilitas layanan publik seperti taman, jalan, tempat pendidikan, pasar dan ruang terbuka hijau,” kata M Fauzan Noor, warga Kompleks Meranti Kayu Tangi Banjarmasin, Selasa (2/10).

Ia melihat kebijakan dalam penataan kota tidak komprehensif dan terpadu. Begitu pula dalam sektor transportasi. Masyarakat tidak dilayani dengan baik akan kebutuhan moda transportasi. Akibatnya jalan raya yang sudah sempit karena keterbatasan daya dukung  makin sesak oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Pemandangan kemacetan lalu lintas saat berangkat sekolah pagi dan pulang sekolah siang serta saat warga kota pulang kantor sore  sudah jamak.

“Perbaiki transportasi umum sehingga masyarakat yang tadinya kemana-mana naik sepeda motor dan mobil pribadi berpindah menjadi naik angkutan kota,” ujar Fauzan.

Ia memberikan solusi agar angkot di Banjarmasin tidak menunggu penumpang penuh baru jalan tapi rolling berkeliling memutari kota. Dengan kemudahan angkot ada di jalan mengunjungi jalur-jalur tempat tujuan masyarakat bepergian (ke pasar, sekolah,  kantor)  masyarakat dapat menikmati kendaraan  berbiayai murah dan nyaman (tidak berdesak-desakan).  “Kalau ini dibenahi Banjarmasin tidak padat lagi (oleh sepeda motor dan mobil pribadi).”

Dengan pengaturan angkot, secara otomatis ojek, bajaj dan beca akan mencari ruang kosong yang tidak dilalui jalur angkot. Ojek melayani penumpang dari ujung gang ke rumah. Becak melayani ibu-ibu yang belanja ke pasar.

“Jadi anak tidak perlu diantar orangtua, karena bisa naik angkot ke sekolah,” katanya.

Untuk itu, menurut Fauzan, diperlukan keberanian pemerintah membuat kebijakan.  Ia menyatakan kebijakan seperti mengharuskan angkot jalan rolling (dengan jumlah penumpang terbatas)  tentu   akan membuat pengusaha angkutan merugi pada tahun pertama. Tapi, pada tahun kedua, perlahan-lahan masyaralkat akan memilih angkot.

“Di Jepang kereta api supercepat Shinkansen merugi selama 3 tahun. Tapi setelah itu masyarakat Jepang yang tadinya banyak menggunakan kendaraan pribadi menjadi pengguna kereta api itu,” ujar Fauzan.

Sementara menurut Habib Agil Bahsin, persoalan macetnya Banjarmasin pada jam anak sekolah dan jam pulang kantor karena ledakan pertumbuhan kendaraan bermotor. Banjir jumlah kendaraan di jalan raya mesti diatasi dengan kebijakan pemerintah untuk melempar kendaraan produksi tahun tertentu ke wilayah pedesaan.

“Banjarmasin perlu bus. Pemerintah juga harus stop impor kendaraan untuk membatasi peredaran kendaraan di jalan raya. Di Australia bus menjadi kendaran warga kotanya,”  ujar Agil yang pernah bekerja sebagai staf di Sydney Hospital.

Warga Kelurahan Sungai Baru ini menambahkan Pemerintah Kota Banjarmasin juga mesti membuat aturan agar pemilik rumah makan diharuskan menyiapkan lahan parkir  untuk pengunjungnya sebelum diizinkan beroperasi. Sehingga tidak tejadi sekarang ini parkir mobil pengunjung warung dan rumah makan mengambil tempat di sebagian jalan raya dan membuat macet jalanan. Aly

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1623850
Kunjungan Hari Ini : 29
Online User : 13
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]