Bos Properti Hengky Setiawan Bangun Kota Mandiri di Kalimantan

Komisaris Utama PT Binakarya Jaya Abadi Tbk, Go Hengky Setiawan

Go Hengky Setiawan. detik

Rasa optimistis pelaku usaha di dalam negeri masih sangat tinggi terhadap ekonomi Indonesia. Mereka yakin ekonomi pada kuartal III-2015, akan membaik dibandingkan 6 bulan sebelumnya.

Komisaris Utama PT Binakarya Jaya Abadi Tbk, Go Hengky Setiawan, optimistis dengan kondisi ekonomi Indonesia. Bahkan ia akan tetap ekspansi usaha ke Kalimantan, bangun kota mandiri.

"Yah kalau sekarang perumahan sama hotel, apartemen. Kondisi sekarang agak menurun, tapi saya percaya sama pemerintah lah, kuartal ketiga kan dah janji akan membaik. Kita optimis lah," kata Hengky usai acara pencatatan saham perdana perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/7/2015)

Hengky mengatakan, di kalangan pengusaha saat ini memang ada kekhawatiran soal perubahan kebijakan soal pajak properti, khususnya segmen hunian mewah. Saat ini memang beberapa sektor usaha sedang lesu termasuk properti, bahkan sektor keuangan, dan belanja pemerintah yang masih rendah.

"Tapi kan pemerintah berusaha secepatnya APBN dikeluarkan semua. Makanya saya baca koran presiden katanya mau pasang badan. Dorong pejabat-pejabat mempercepat. Jadi kita percaya saja kuartal III membaik," kata Hengky yakin.

Sebagai bukti keyakinannya, Binakarya tetap fokus menggarap proyek-proyek properti seperti perumahan, apartemen di Jabodetabek termasuk Bandung. Selanjutnya, Binakarya juga mengincar proyek di Kalimantan seperti Samarinda, Kalimantan Timur.

"Kami pakai Binakarya buat bangun kota mandiri di situ," katanya.

Pihaknya akan membangun kota mandiri seluas 250 hektar mencakup hunian, perkantoran, pertokoan, sekolah dan lainnya. Saat ini sedang tahap pembebasan lahan, kebutuhan dananya sekitar Rp 400-500 miliar yang akan segera direalisasikan.

"Kebetulan kita dapat penawaran yang feasible. Kan ada banyak penawaran yang masuk. Kalau penawaran harganya bagus dan prospek, mau di mana saja yang penting ada potensi dan daya beli bagus, kalau daya beli kurang yah kami nggak masuk," katanya menjelaskan alasan soal dipilihnya Kalimantan. detik

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1623845
Kunjungan Hari Ini : 23
Online User : 15
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]