Halimah Yacob Resmi Jadi Presiden Singapura

Halimah Yacob ditetapkan menjadi presiden wanita pertama di Singapura tanpa pemungutan suara dalam pilpres yang diperuntukkan khusus bagi komunitas Melayu. Dalam pidato pertamanya, Halimah menyatakan dirinya sebagai presiden semua orang.

"Meskipun ini adalah pilpres khusus, saya bukan presiden khusus," ucap Halimah dalam pidato pertamanya sebagai Presiden Singapura, seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Rabu (13/9/2017).

"Saya presiden untuk semua orang," tegas wanita muslim ini.

Halimah telah resmi ditetapkan sebagai Presiden ke-8 Singapura oleh Returning Officer Ng Wai Choong pada Rabu (13/9) siang waktu setempat. Dengan penetapan ini, Halimah juga resmi mencetak sejarah sebagai presiden wanita pertama di Singapura.

Ratusan pendukung Halimah yang berkumpul di Gedung Pusat Pencalonan setempat, menyambut penetapan itu dengan sorak sorai. Lebih lanjut, Halimah berterima kasih kepada seluruh rakyat Singapura dan menyerukan persatuan. Pidato pertama Halimah ini disampaikan dalam Bahasa Inggris juga Bahasa Melayu.

"Kita memerlukan setiap rakyat Singapura untuk berdiri bersama, bahu-membahu.. Kita belum mencapai puncak. Yang terbaik belum datang," ujar Halimah yang pernah menjabat Ketua Parlemen Singapura selama 4 tahun ini.

"Saya meminta kita semua fokus pada kesamaan yang kita miliki dan bukan pada perbedaan," tandas wanita berhijab itu.
Usai ditetapkan secara resmi sebagai Presiden Singapura, Halimah selanjutnya akan dilantik di Istana Kepresidenan pada Kamis (14/9) sore, sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Halimah menjabat sebagai Presiden Singapura setelah empat kandidat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Tanpa adanya pesaing lain bagi Halimah, maka tidak ada pemungutan suara di Singapura yang rencananya akan digelar 23 September mendatang. Dengan demikian, Halimah mencatatkan diri sebagai Presiden Singapura terpilih tanpa pemungutan suara.

Perlu diketahui, untuk tahun ini, pilpres Singapura secara khusus diperuntukkan bagi komunitas Melayu, artinya hanya anggota komunitas itu yang bisa mencalonkan diri. Sesuai Konstitusi, pilpres di Singapura memang bisa diperuntukkan khusus bagi salah satu komunitas jika tidak ada seorang pun dari komunitas tersebut yang menjabat Presiden dalam lima masa jabatan terakhir.

Saat ini, populasi Singapura terdiri atas 74 persen komunitas China, 13 persen komunitas Melayu, 9 persen komunitas India dan 3,2 persen komunitas lainnya. detik

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

Web Statistik

Total Kunjungan : 2996770
Kunjungan Hari Ini : 2702
Online User : 24
Last Update : 15-08-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]