Indonesia Akan Daftarkan 1.106 Pulau ke PBB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.Tempo/Angelina Anjar Sawitri

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menata pulau-pulau kecil di Indonesia. Penataan juga difokuskan di pulau terluar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan Indonesia akan mendaftarkan 1.106 pulau ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seluruh pulau tersebut masih belum diberi nama.

"Kami harapkan presiden bisa mendaftarkan dan memberi nama untuk pulau tersebut," kata Susi   di kantornya, Selasa (17/1/2017).

Pemerintah juga sedang menyiapkan Hak Pakai Lahan (HPL) atas 111 pulau terluar. "Sesegera mungkin agar tidak ada kemungkinan pulau tersebut dikuasai asing atau perorangan," ucap Susi.

Penguasaan pulau oleh perusahaan atau perseorangan maksimal 70 persen. Sisanya dikuasai oleh negara. Dari 70 persen kepemilikan swasta tersebut, 30 persen di antaranya harus dialokasikan untuk wilayah hijau atau wilayah publik.

Susi menambahkan penataan tersebut untuk memastikan kedaulatan negara terjaga. Dengan penataan, pulau-pulau tersebut juga bisa dihitung sebagai aset negara. Penambahan aset,  sama dengan bertambahnya kekayaan negara.

Penataan pulau juga diharapkan bisa mencegah pemusnahan lingkungan atau budaya tertentu. Susi mengatakan setiap pulau memiliki keunikan sendiri. Tujuan lainnya ialah memastikan pulau tersebut tidak digunakan untuk kegiatan kriminal mulai dari illegal logging sampai penyelundupan narkotik.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengharapkan negara dapat memberikan nama kepada seluruh pulau di wilayah perairan Republik Indonesia.

"Harapannya negaralah yang memberi nama pulau-pulau," kata Brahmantya Satyamurti Poerwadi di Jakarta, Selasa, 10 Januari 2017.

Sejumlah pulau seperti di gugusan Kepulauan Seribu memang ada yang berubah nama, seperti Pulau Bidadari yang dahulunya disebut Pulau Sakit.

Terkait pengembangan pulau-pulau kecil dan terluar, Brahmantya mengemukakan pihaknya mengharapkan sejumlah pihak juga bisa turut membantu mengembangkannya.

Dia mencontohkan untuk industri perikanan, diharapkan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus), serta untuk transportasi diharapkan dari PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta untuk kelancaran penyediaan BBM diharapkan dari Pertamina. Tempo

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

2 Komentar





Validasi
  • Bernadine30-07-2017 20:57:11 Hello! I know this is somewhat off topic but I was wondering if
    you knew where I could find a captcha plugin for my comment form?
    I'm using the same blog platform as yours and I'm having difficulty finding one?

    Thanks a lot!
  • Carri14-04-2017 00:41:05 Appreciating the dedication you put into your website and in depth information you provide.
    It's great to come across a blog every once in a while that isn't
    the same old rehashed material. Fantastic read! I've bookmarked your site and I'm including your RSS feeds to my Google account.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1744835
Kunjungan Hari Ini : 194
Online User : 9
Last Update : 16-08-2017

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

Lowongan Kerja KARIR PADwww.karirpad.com/lowongan/kerja/semuanya

[Get This]