Informasi Populasi Usaha Pertanian

Sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sensus Pertanian setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ST2013 merupakan kegiatan sensus yang keenam yang diselenggarakan oleh BPS.

“Pelaksanaan ST2013 dilakukan secara bertahap, dimulai dari Pemutakhiran Direktori Perusahaan Pertanian tahun 2012, Pencacahan Lengkap Usaha Pertanian pada Mei 2013, dan dilanjutkan Survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian (SPP2013) pada November 2013, serta Survei Rumah Tangga Usaha Subsektor Pertanian tahun 2014,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Dyan Pramono, Selasa (1/7/2014).

Menurutnya, Pencacahan Lengkap Usaha Pertanian 2013 bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang populasi usaha pertanian, jumlah pohon/ternak dan juga distribusi pengusahaan lahan.

“Hasil pencacahan lengkap ST2013 telah digunakan untuk kerangka sampel dan angka patokan (benchmark) survei-survei di sektor pertanian. Sementara itu, kegiatan SPP2013 bertujuan untuk mendapatkan data mengenai pendapatan/penerimaan rumah tangga usaha pertanian menurut subsektor serta mendapatkan data mengenai penguasaan, penggunaan, dan alih fungsi lahan dari rumah tangga pertanian,” ujar Dyan.

Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) ini, informasi yang disajikan merupakan hasil ST2013 menurut subsektor dan hasil SPP2013.  Sedangkan pada kegiatan usaha pertanian, hasil ST2013 menunjukkan bahwa jumlah usaha pertanian di Indonesia didominasi oleh kegiatan usaha pertanian rumah tangga.

“Hal ini ditunjukkan oleh besarnya jumlah rumah tangga usaha pertanian jika dibandingkan dengan perusahaan pertanian berbadan hukum. Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kalimantan Selatan hasil ST2013 tercatat sebanyak 432.328 rumah tangga, menurun sebesar 8,4 persen dari hasil ST2003 yang sebanyak 471.972 rumah tangga,” tuturnya.

Kabupaten Banjar  merupakan wilayah dengan jumlah rumah tangga usaha pertanian terbesar, yaitu sebanyak 70.978 rumah tangga. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kalimantan Selatan turun sebanyak 39.644 rumah tangga.

Penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian terbesar terjadi di Kota Banjarmasin 8.032 rumah tangga. Hasil ST2013 juga menunjukkan bahwa jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum tercatat sebanyak 127 perusahaan dan sebagian besar berada di Kabupaten Kotabaru 38, Kabupaten Tanah Laut 31 dan Kota Banjarmasin 21.

“Jika dibandingkan dengan hasil ST2003, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebanyak 5 perusahaan, namun selama kurun waktu tersebut ada perusahaan yang tumbuh dan ada juga perusahaan yang tutup. Sementara itu, dari hasil ST2013 juga diketahui bahwa terdapat 113 unit usaha pertanian lainnya di luar kegiatan usaha pertanian yang dilakukan oleh rumah tangga dan perusahaan,” ungkapnya. Woel

 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Abdul03-09-2017 02:34:04 The other day, while I was at work, my sister stole my apple ipad and tested to see if
    it can survive a 30 foot , just so she can be a youtube sensation. My apple ipad is now broken and she has 83 views.
    I know this is entirely off topic but I had to share it with someone!

Web Statistik

Total Kunjungan : 2653952
Kunjungan Hari Ini : 544
Online User : 54
Last Update : 20-06-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]