Inisiasi Pemetaan Komoditas Unggulan Kalsel

Narasumber (ki-ka: Tim Hutabarat, Untung Torang (Moderator), P. Dolok Saribu, Dr. Ir. Hj. Maskamian Andjam, MM)

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, Bank Indonesia senantiasa berusaha menjaga kondisi ekonomi makro yang stabil dan kondusif melalui berbagai kebijakan moneter.

Selain itu, Bank Indonesia juga secara aktif menjaga kesehatan perbankan melalui pengaturan maupun pengawasan dengan tujuan agar perbankan tetap mendapat kepercayaan masyarakat dan dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi dengan baik. Meski demikian, upaya tersebut kiranya masih perlu ditambahkan dengan memperkuat sektor riil, dimana salah satunya adalah dengan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung.

Kegiatan secara langsung, antara lain diwujudkan dalam bentuk pengembangan klaster UMKM dengan pendekatan value chain (hulu-hilir), yang diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan dan juga berdampak pada peningkatan kapasitas ekonomi nasional. Sementara, kegiatan secara tidak langsung, antara lain melalui kegiatan penelitian, pelatihan dan penyebaran informasi.

“Pemberdayaan sektor riil melalui pendekatan program pengembangan klaster bernilai strategis karena bersifat saling terintegrasi, dapat meningkatkan daya tawar, memberikan efisiensi biaya dan berdampak bagi pengembangan ekonomi wilayah,” kata Direktur/Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Maurids H. Damanik.

Ia menyatakan itu pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan dan Pendalaman Klaster Komoditas Unggulan dan Komoditas Utama Penyumbang Inflasi di Kalimantan Selatan, Selasa (19/3/2013).

Selain itu, lanjut dia, pendekatan klaster juga mampu menstimulasi inovasi melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar pelaku dalam hubungan hulu-hilir serta mendorong peningkatan keterkaitan sosial dan peningkatan keahlian masing-masing anggota klaster.

Menurutnya, implementasi diupayakan untuk mengelompokkan industri inti yang saling berhubungan dan diharapkan perusahaan atau industri terkait akan memperoleh manfaat sinergi dan efisiensi yang tinggi dibandingkan apabila bekerja sendiri.

“Pemetaan klaster ini diharapkan akan menghasilkan database informasi berisikan embrio klaster/sentra maupun klaster-klaster unggulan di daerah,” kata Maurids. Woel

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 2827966
Kunjungan Hari Ini : 2360
Online User : 27
Last Update : 16-07-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]