Jadi Dalang Topeng Karena Suka Wayang Banjar

Djandri dan Topeng Samar (Semar)

Topeng Dalang pada dasarnya mirip dengan Wayang Banjar atau Wayang Orang. Perbedaannya adalah penggunaan perlengkapan topeng penutup wajah pada kesenian ini. Selebihnya, iringan gamelan, cara pementasan, tari, dan lain-lain lebih kurang serupa dengan Wayang Orang.

Diiringi tetabuhan gamelan Banjar nan ritmis, seorang lelaki berperut buncit dan pantat seperti badut karena diselipi busa tebal, badan agak bungkuk, dan rambut beruban, layaknya sosok seorang kakek tua, terlihat lincah melakoni gerak dan perilaku Semar, tokoh punakawan dari para ksatria dalam dunia pewayangan.

Di awal cerita, tokoh Semar yang diperankan Djandri, Pimpinan Topeng Dalang Sanggar Putra Rimba Muning, Kabupaten Tapin, Rantau ini muncul sendirian. Pada kalung di dadanya tertulis "Samar", untuk menyebut tokoh Semar dalam bahasa Banjar. Dia menjadi salah satu pusat perhatian di samping Mbok Emban (Amban) dilakonkan Pauran di halaman Taman Budaya Provinsi Kalsel, Rabu (7/11) malam.

Djandri mengungkapkan kegemarannya menonton Wayang Banjar membentuk dirinya memiliki kemampuan sebagai dalang topeng. "Kebisaan saya menjadi dalang topeng ini didapatkan bukan dari belajar pada para dalang senior, tetapi karena saya sangat gemar menonton Wayang Banjar," kata Djandri yang juga memiliki keterampilan membuat sendiri semua perangkat topengnya.

Topeng Dalang sudah menjadi bagian seni daerah setempat yang dibawakan dalam bahasa Banjar. Maka, dalam berbagai acara seremonial dan pesta perkawinan, kesenian, seperti wayang kulit Banjar, Wayang Gong, Kuda Gepang serta Topeng Dalang kerap ditampilkan.

Menurut Djandri, kalau gelaran di kampung, Topeng Dalang tidak kalah dengan organ tunggal. Dalam sebulan bisa bergelar hingga 10 kali dengan bayaran nominal cukup profesional “Masih banyak masyarakat yang menyukai pergelaran Topeng Dalang. Karena sebagian kampung di Kabupaten Tapin, pengusung pengantin putri yang dilakukan oleh Semar seperti suatu keharusan. Sebab, kalau tidak dilakukan, kadang-kadang ada saja pengantin yang bisa kesurupan," jelas pria kelahiran Tambarangan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin ini. atwoel


 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1870146
Kunjungan Hari Ini : 2124
Online User : 17
Last Update : 21-09-2017

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Travel Haji Banjarmasin

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]