Jurnalis Harus Sampaikan Kronologis Detail Peristiwa

Teknis jurnalistik utnuk medfia

Sekretaris Dishubkominfo Kalsel, Wahyudin. KabarBanjarmasin/Jamil

Membicarakan jurnalistik berarti mengupas masalah pendidikan menulis dan jurnalis/wartawan. Berlatih tentu lebih penting sebab kegiatan menulis atau menjadi wartawan  memerlukan keterampilan bukan sekedar pengetahuan saja.

“Selain dengan berlatih, keterampilan juga akan datang secara otomatis apabila seseorang terus menerus bekerja sambil memperbaiki diri,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, Sofian AH yang disampaikan Sekretaris Dishubkominfo Kalsel, Wahyudin, dalam acara Bimbingan   Teknis   Jurnalistik   Audiovisual  dan Penerbitan, Kamis (11/8/2016).

Menurutnya, tentunya menyadari bahwa di tengah peradaban dunia modern dan global, sangat terasa semakin tingginya tuntutan terhadap peran pers dalam pembangunan bangsa dan negara baik itu di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, ketahanan serta keamanan.

Dalam menyampaikan peristiwa, seorang jurnalis harus menyampaikan kronologis detail peristiwa tersebut jangan dipotong - potong dan yang sangat penting dalam jurnalistik  audio maupun visual untuk mewawancarai sumber yang berkompeten, tidak sembarangan.

“Jurnalistik bukan pengadil atau hakim atas sebuah kasus atau peristiwa. Jurnalistik hanya menyampaikan fakta, masyarakat sendirilah yang menilai kejadian/peristiwa tersebut lebih lanjut,” ungkap Sofian.

Dalam jurnalistik tidak dibenarkan memberikan penilaian atas sebuah kasus, kecuali penilaian itu berasal dari nara sumber wawancara. Kegiatan jurnalistik yang terorganisasir melahirkan istilah yang dikenal dengan pers, yaitu usaha penerbitan karya jurnalistik yang berupa informasi dan berita.

“Jurnalistik dan pers tidak dapat terlepas dari hubungannya dengan struktur sosial dan politik lingkungan masyarakat dan Negara, oleh sebab itu pers dan sistem jurnalistik harus menggunakan dasar moral dan etika. Pers perlu melakukan  tugas  sesuai dengan standar  hukum tertentu. Di Indonesia berlaku sistem pers yang disebut Pers Pancasila. Sistem ini mendasarkan  sikap dan perilaku pers di Indonesia pada nilai - nilai Pancasila dan UUD 1945,” katanya. Woel 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1627522
Kunjungan Hari Ini : 845
Online User : 19
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]