Kabupaten HSU Raih Otonomi Award 2014

HSU Raih Otonomy Award 2014

Bupati HSU H. Abdul Wahid HK menerima penghargaan Otonomi Award. Foto: Humas HSU

Meski terbilang daerah tertinggal di Kalimantan Selatan, dalam hal kinerja dan prestasi Kabupaten HSU tidak mau tertinggal.

Hal ini terbukti dengan berhasilnya Program unggulan Gerakan Patuh (Pencegahan Anak Putus Sekolah) yang merupakan kebijakan dan diprakarsai oleh Bupati HSU meraih Penghargaan “Otonomi Award” The Jawa Post Institute of Pro Otonomi Area Kalimantan Selatan.

Penghargaan yang diraih untuk kategori Parameter Pelayanan Publik dengan indikator Pelayanan Pendidikan ini diterima langsung oleh Bupati HSU H. Abdul Wahid HK pada The Third Annual Malam Anugerah Otonomi Award 2014 di Horthensia Ballroom Hotel Rodhita Banjarbaru, Senin (22/12/2014) malam.

Penyerahan trophy penghargaan Otonomi Awards 2014 ini pun disaksikan oleh Gubernur Kalsel Rudy Arifin,  Direktur JPIP Area Kalsel Sofyan Maskur, Direktur JPIP Area Kaltim, Bupati dan Walikota se-Kalsel, para kepala SKPD se-Kalsel termasuk Kepala SKPD Kabupaten HSU.

Bupati Wahid membeberkan dari 12 program unggulan yang diikutkan dalam monev otoda tahun 2014 ini, lima program unggulan masuk nominasi yaitu, Lenggang Itik Balagong (indikator Daya Saing Daerah),  Pondok Agung (Indikator Pemerataan Ekonomi),  Murung Panggang Berkokok (Indikator Pemberdayaan Ekonomi Lokal), Rawa Bangkit (Indikator Pertumbuhan Ekonomi) dan Gerakan Patuh (Indikator Pelayanan Pendidikan).

“Alhamdulillah, meski Kabupaten HSU tergolong sebagai daerah tertinggal di Kalsel, namun kita mampu meraih penghargaan di bidang pelayanan pendidikan, bahkan lima program  yang kita lakukan berhasil masuk dalam nominasi, meski pun yang meraih penghargaan hanya satu,” ujar Wahid.

Menurut bupati, penghargaan untuk parameter pelayanan publik dengan indikator pelayanan pendidikan ini terasa sangat istimewa, karena pelayanan pendidikan merupakan hak dasar yang bermuara pada peningkatan SDM yang berkualitas dan berdaya saing yang nantinya diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan.

Menurut Wahid, Gerakan Patuh dilakukan dengan membentuk satgas anak putus sekolah agar anak-anak di HSU tidak putus sekolah, bentuk bantuannya bupati menjelaskan adalah berupa fisik sepeda dan klotok.

Bupati Wahid menambahkan, diraihnya penghargaan Otonomy Awards dan masukknya beberapa program dalam nominasi, menunjukkan komitmen dan kinerja pemerintah daerah selama ini yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Karenanya bupati berkomitmen dan berharap kedepannya kerjasama dan dukungan dari masyarakat harus terus dilakukan atau bahkan ditingkatkan agar program kerja yang dilakukan demi memberikan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Pada kesempatan itu, Wahid juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala SKPD dan seluruh lapisan masyarakat atas kerjasama dan dukungannya sehingga HSU mampu meraih penghargaan ini.

Sumber:  humas-pemkabhsu.com
 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

3 Komentar





Validasi
  • Jacquie21-06-2017 10:25:13 Exactly what I was looking for, appreciate it for putting up.
  • Jamaal29-04-2017 10:58:04 These are in fact impressive ideas in concerning blogging.
    You have touched some fastidious things here. Any way keep up wrinting.
  • Felix13-04-2017 23:32:43 Wonderful, what a weblog it is! This blog presents helpful information to us, keep it up.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1630596
Kunjungan Hari Ini : 41
Online User : 19
Last Update : 28-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]