Kalsel Targetkan Revolusi Hijau di Lahan 59.000 Ha

Gerakan Revolusi Hijau Lahan Kritis Kasel

Gubernur Kalsel Sahbirin  turun langsung menanam pohon. Revolusi Hijau untuk menanggulangi lahan kritis di Kalsel. KabarBanjarmasin/Ist

Gerakan Revolusi Hijau melalui aksi nyata dengan giat menanam pohon dipelopori Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan  terus mendapat dukungan luas di masyarakat.

Program kerja terukur di bidang kehutanan dengan melibatkan masyarakat secara langsung di tingkat pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel, membuat program ini semakin dikenal masyarakat.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor termasuk pejabat yang sangat peduli dan selalu memberikan dorongan besar terhadap program bakti banua melalui gerakan Revolusi Hijau.

Setiap kegiatan lingkungan yang diprakarsai Dishut Kalsel baik itu dalam kegiatan seremonial maupun aksi penghijauan bersama masyarakat.

“Penanaman pohon sangat baik untuk kita giatkan. Karena saat kita menanam pohon, berarti kita sedang menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semuanya, untuk keberlangsungan hidup generasi yang akan datang,” ujar Gubernur.

Seperti pada acara pencanangan penanaman pohon secara serentak  di seluruh kabupaten kota se-Kalsel, berlangsung di Halaman Kantor Dinas Kehutanan Kalsel, Jumat (3/2/2017),  Sahbirin  turun langsung memberikan semangat dan bahkan ikut menanam pohon. Kegiatan ini menjadi  kalender tetap setiap Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melaksanakan penanaman pohon di instansi masing-masing.

“Mari kita terus galakkan gerakan Revolusi Hijau dengan menanam, menanam dan terus menanam demi anak cucu kita,” ajaknya seperti dikutip dari Humpro Kalsel.

Pada acara peduli lingkungan yang dihadiri Walikota Banjarbaru Drs H Nadjmi Adhani, Danrem 101 Antasari Kav Yanuar , Danlanud Syamsuddin Noor  Letkol Laut (P) Oky I.Z Dipura SH, organisasi peduli lingkungan serta insan rimbawan, 

“Saya berharap dengan dicanangkannya penanaman pohon ini dapat menggerakkan dan merubah perilaku masyarakat serta dapat menanamkan budaya menanam pohon dan menjaga lingkungan sekitar,” kata Sahbirin.

Digalakkannya program Revolusi Hijau ini juga tidak lepas dari kondisi Kalsel saat ini, di mana luas lahan kritis di Kalsel mencapai 640.709 Ha. Untuk menanggulangi lahan kritis ini, Gubernur menargetkan Revolusi Hijau di luasan lahan sebesar 59.000 Ha, terdiri dari wilayah hutan tanaman industri, hutan lindung, hutan produksi, dan hutan di luar kawasan yang dikelola Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurrufiq, menjelaskan, dalam pencanangan ini sebanyak 2.200.000 bibit pohon ditanam, termasuk di antaranya 75.000 batang bibit produktif, seperti mangga, rambutan. Selain itu juga adanya pohon trembesi, mahoni, jabon, glodokan, jengkol, petai, flamboyant, sengon, dan lain sebagainya. Tie

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1627522
Kunjungan Hari Ini : 845
Online User : 17
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]