Kisah di Balik Sampul Album Rock Terbaik

sampul album Horse Patti Smith

Sampul album Horses memperlihatkan Patti Smith dengan jaket dan kemeja putih.

Disebut sebagai sampul album musik terbaik sepanjang masa. Foto sederhana yang menampilkan seorang perempuan hanya sampai sepinggang, mengenakan kemeja putih yang licin, pita hitam melingkari kedua bahunya, dan jins gelap. Rahangnya mendongak bangga, seolah melawan. Jaket tersampir di bahunya. Tembok yang menjadi tempatnya bersandar sama putihnya seperti kemejanya, kanvas yang kosong dan membutakan.

Ini adalah sampul Horses, album debut Patti Smith yang fotonya diambil di apartemen di Greenwich Village pada 1975 oleh sahabat lama Smith, Robert Mapplethorpe. Mapplethorpe dan Smith berada di akhir usia 20an dan menjadi veteran dunia seni New York yang bohemian dan sudah menanjak naik di dunia punk rock kota tersebut. Album Smith menjadikannya salah satu bintang terbesar dunia punk New York, bersama dengan The Ramones, Blondie, dan Talking Heads. Dia pun menjadi pengaruh buat semua orang, mulai dari REM sampai ke PJ Harvey dan Shirley Manson dari Garbage.

Pengambilan foto yang menjadi sampul Horses adalah momen menentukan. "Satu-satunya aturan yang kami tentukan adalah, Robert bilang, jika saya mengenakan kemeja putih, jangan pakai yang kotor," kata Smith kepada NPR di 2010. "Saya mengenakan pita dan jaket kesayangan, dan dia mengambil sekitar 12 foto. Pada foto kedelapan dia bilang, 'Saya sudah dapat'." Kini, foto-foto tersebut adalah bagian dari Tate Collection di Inggris, dan dianggap, dengan sepantasnya, sebagai potret klasik.

Saat Mapplethorpe mengambil fotonya, dia dan Smith sudah saling mengenal satu sama lain selama hampir satu dasawarsa. Mereka bertemu pada 1967, pada hari pertama Smith pindah ke New York dari New Jersey. Patti Smith mengenang bahwa Mapplethorpe menyebutnya sebagai "bocah lelaki hippie penggembala" dengan rambut keriting gelap.

Pertemuan tak sengaja

Pertemuan itu terjadi di toko buku Brentano di Fifth Avenue, tempat Mapplethorpe membeli salah satu kalung favorit Smith. "Jangan kasih ke perempuan lain selain aku," katanya pada Mapplethorpe. Smith menginginkan sebuah janji dari Mapplethorpe, tapi itu bukanlah janji yang menentukan persahabatan 22 tahun mereka. Itu akan berakhir.

Mapplethorpe

Mapplethorpe, 1970, bertemu Smith pada hari pertama dia pindah ke New York, dan mereka akhirnya tinggal bersama di Chelsea Hotel. Getty Images

"Saya adalah seorang gadis nakal yang berusaha untuk baik dan dia adalah anak baik yang berusaha jadi nakal," Smith menulis di Just Kids, buku yang terbit pada 2010 dan mengisahkan hubungan mereka dan diterbitkan dua dekade setelah kematian Mapplethorpe.

Mereka tinggal bersama untuk beberapa waktu, seringnya dalam kondisi kumuh, di kamar termurah di Chelsea Hotel, sebuah Ground Zero bagi New York yang artistik dan alternatif. "The Chelsea seperti rumah boneka di The Twilight Zone, dengan ratusan kamar, masing-masing adalah dunianya sendiri," Smith menulis. "Setiap orang memiliki keunikan dan tampaknya tak ada yang punya banyak uang. Bahkan mereka yang sukses pun hanya punya sedikit uang untuk hidup seperti gelandangan keren."

Mereka adalah sepasang kekasih sampai Mapplethorpe, satu dari lima anak dari keluarga Katolik Irlandia, menyadari dirinya gay. Terlepas dari hal ini – terlepas dari Mapplethorpe mengakhiri keintiman badaniah mereka – hubungan keduanya tetap terjalin. Bukan lagi sebagai sepasang kekasih, tapi sebagai mitra berkesenian dan sahabat. "Saat kami tinggal bersama, dia tidak menceritakan pada saya tentang petualangannya, dan saya tidak bicara padanya tentang orang lain. Saat kami bersama, kami benar-benar hanya berdua," kata Smith pada New York Magazine.

Hubungan Mapplethorpe dan Smith bertahan hingga tahun 1970an dan 1980an, meski tak seintim dulu. Smith sering berada di perjalanan dengan bandnya, dan dia pindah ke Detroit setelah menikahi gitaris MC5 Fred 'Sonic' Smith. Dan karir serta visi fotografi Mapplethorpe menjadi semakin esktrem dan tanpa kompromi, ketika dia sering membuat foto telanjang pria dan wanita. Dalam Just Kids, Smith menulis bahwa obsesi fotografi Mapplethorpe mulai mengganggunya.

Catatan persahabatan

Mapplethorpe membagi waktunya antara New York dan San Francisco, menikmati gaya hidup selebritas yang penuh pesta. Smith tinggal di Detroit, mengasuh keluarga, dalam kondisi separuh pensiun dari karir seninya.

Pada 1989, Mapplethorpe terbaring sekarat akibat komplikasi etrkait AIDS. Sehari sebelum meninggal, pada usia 42, Smith memberi janji pada Mapplethorpe – bahwa dia akan menceritakan kisah hidup mereka dan memastikan bahwa karya-karya fotonya akan terus hidup.

kontroversi Mapplethorpe

Pada 1980an Mapplethorpe menjadi selebritas utama dunia seni. Getty Images

Bisa dikatakan, karya-karya fotografi Mapplethorpe, sudah bergerak jauh dari potret klasik seperti pada sampul Horses. Pameran-pameran pertamanya di New York pada akhir 1970an berpusat pada tema sadomasokistis, sesuatu yang kemudian mendominasi karya-karyanya. Beberapa karyanya adalah pornografi murni, dirancang untuk membangkitkan nafsu seksual. "Dia terpesona dengan percabulan dan glamor, oleh bahayanya dunia seks bawah tanah dan godaan keserba-gambangan yang didapat dari kekayaan," tulis Peter Conrad dari the Guardian pada 2006.

Koleksi Mapplethorpe dari 1978, X Portfolio, menimbulkan skandal karena materi pornografisnya; saat beberapa materinya dipamerkan di AS beberapa saat setelah kematiannya, beberapa galeri yang terlibat dikenai tuduhan asusila, meski kemudian mereka lepas.

Dalam tahun-tahun sesudah meninggalnya Mapplethorpe, Smith juga harus menghadapi tragedi ganda dari kematian suaminya karena serangan jantung pada 1994, disusul kematian saudara laki-lakinya, yang juga lama menjadi anggota rombongan turnya, beberapa bulan sesudahnya. Dan dia harus membesarkan dua anak kecil. Namun Smith tak lupa untuk memenuhi janjinya untuk terus menghidupkan visi Mapplethorpe. Saat karya fotografer tersebut dipamerkan di Paris di sebelah patung Michelangelo, itu adalah atas upaya Smith. Hanya dia yang tahu betapa seniman Renaissance begitu mempengaruhi karya-karya awal Mapplethorpe, saat dia masih menggambar sebelum beralih ke fotografi.

Patti Smith

Patti Smith berjanji untuk menuliskah kisah hidupnya dengan Mapplethorpe dan menjaga agar fotografi Mapplethorpe tetap hidup. EPA

Reputasi Mapplethorpe berkembang, sebagian karena Smith terus mempromosikannya, dan sebagian karena peran dari yayasannya, yang didirikan untuk menghidupkan karyanya dan membiayai kegiatan yang didukungnya. Pameran-pameran terus berlangsung di seluruh dunia, dan cetakan karya fotonya dijual dengan harga tinggi; satu foto Andy Warhol, yang diambil Mapplethorpe pada 1987, terjual dengan harga US$643.200 (sekitar Rp9 miliar) pada 2006.

Just Kids adalah bagian paling personal dari janji Smith, dan mungkin yang tersulit; butuh 20 tahun untuk menyelesaikannya, dan Smith bergulat dari satu draf ke draf lain. "Mungkin saya tak bisa menyelesaikannya, tapi saya berjanji saya akan melakukannya dan saya tahu bahwa dalam perjalanan setelah kematian, jika saya bertemu dengannya, dan saya tahu saya pasti akan bertemu dengannya, dia akan sangat marah pada saya," kata Smith pada the Guardian di 2013. "Ya seperti, 'Patti, kamu tidak menulis buku tentang kita. Kenapa tidak kau selesaikan buku itu?' Saya bisa merasakan dia mencereweti saya, jadi saya menyelesaikannya."  

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Angeles30-07-2017 20:07:55 Hello There. I found your blog using msn. This is an extremely
    well written article. I will make sure to bookmark it and come back to read
    more of your useful info. Thanks for the post. I'll certainly return.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1753481
Kunjungan Hari Ini : 936
Online User : 10
Last Update : 20-08-2017

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Travel Haji Banjarmasin

Lowongan Kerja KARIR PADwww.karirpad.com/lowongan/kerja/semuanya

[Get This]