Klaster Bawang Merah di Kabupaten Tapin

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan dan Bupati Tapin menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait program pengembangan klaster bawang merah di Kabupaten Tapin, Rabu (19/3/2014).

Program ini sebagai wujud komitmen Bank Indonesia meningkatkan produksi dan ketersediaan komoditas ketahanan pangan dan atau komoditas sumber tekanan inflasi melalui program pengembangan klaster ketahanan pangan.

Menindaklanjuti MoU tersebut, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan program kerja klaster.

“Data yang kami himpun dan olah dari Dinas Pertanian, Tanaman pangan dan Hortikultura dan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Kab. Tapin merupakan kabupaten yang memiliki produktivitas bawang merah tertinggi di Kalimantan Selatan selama tahun 2013,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Mokhammad Dadi Aryadi dalam rilisnya kepada KabarBanjarmasin.com, Kamis (20/3/2014).

Ia menyatakan kesungguhan dari pemerintah daerah serta didukung oleh para petani dalam mengembangkan komoditas ini menjadikan Kab. Tapin dipilih menjadi lokasi klaster bawang merah.

“Tujuan utama kami dalam pengembangan klaster ini adalah membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi dan membuka akses petani terhadap layanan keuangan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tutur Dadi.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab. Tapin yang diwakili Sekretaris Daerah Tapin, Dr H. Rahmadi MSi menyambut baik program ini. “Kegiatan klaster bawang merah sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani bawang merah. Dukungan kerjasama dari Pemerintah Kabupaten akan terus diberikan melalui sinergi program,” katanya.

Menurut Sekretaris Daerah Tapin, langkah awal dari realisasi progam kegiatan klaster yaitu pelaksanaan Pelatihan Pengenalan Tanaman Bawang Merah kepada petani di Kecamatan Bungur Kab. Tapin. Pelatihan tersebut dalam menyiapkan petani bawang merah untuk masa tanam di bulan April ini.

“Pelatihan ini meliputi penerapan teknis budidaya, penangkaran, pengendalian hama penyakit dan teknologinya dengan mendatangkan petani yang telah berpengalaman dari Brebes Jawa Tengah serta dengan melibatkan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin,” jelasnya. Woel

 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Wyatt13-04-2017 23:21:58 Great article.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1630591
Kunjungan Hari Ini : 36
Online User : 16
Last Update : 28-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]