Kontribusi Inflasi Kota Tanjung 7,4 persen

Kota Tanjung (Tabalong) terhitung mulai Januari 2014, telah ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai kota yang dihitung inflasinya untuk nasional.

Di Kalsel, Tanjung menjadi kota kedua setelah Banjarmasin yang menjadi bagian dari perhitungan inflasi nasional.

Menurut Kepala Perwakilan Kantor perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan), Mokhammad Dadi Aryadi, secara nasional bobot inflasi untuk Kota Tanjung sebesar 0,11 persen sementara Kota Banjarmasin sebesar 1,38 persen.

“Inflasi Kota Tanjung berkontribusi sebesar 7,4 persen terhadap inflasi Kalsel. Dengan kondisi perekonomiannya yang dinamis, Tanjung memang telah layak untuk menjadi salah satu kontributor perhitungan inflasi nasional,” ujarnya, Senin (10/3/2014).

Perhatian khusus terhadap perkembangan ekonomi di Tanjung perlu ditingkatkan pasca penetapan sebagai kota penghitung inflasi tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa laju inflasi year on year di Tanjung bulan Januari 2014 mencapai 2,35 persen. Angka tersebut menduduki peringkat tertinggi dari 9 kota penghitung inflasi di Kalimantan.

“Bagi Bank Indonesia, sebagai lembaga negara yang memegang amanat mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa dan kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi,” tutur Dadi.

Sejalan dengan hal tersebut, katanya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan) telah  melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Tabalong dalam kerangka Tim Pengendalan Inflasi Daerah (TPID).

“Koordinasi dalam TPID ditekankan pada pemantauan sekaligus perumusan kebijakan ekonomi yang perlu diterapkan di Tanjung. Rapat Koordinasi I TPID Tabalong yang telah dilaksanakan pada 13 Februari 2014, diikuti oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Tabalong (SKPD) Tabalong dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan), berhasil merumuskan rencana kerja yang mengacu pada kerangka program kerja hasil Rakorda TPID Kalsel pada Januari lalu,” ungkap Dadi.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Assesmen Ekonomi Keuangan Kantor Perwakilan Bank indonesia Wilayah II (Kalimantan), Triatmo Doriyanto mengatakan, Bank Indonesia mengapresiasi terbentuknya TPID Tabalong untuk mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah secara riil.

“Kami berharap pada kesempatan ini menjadi awal dari ikhtiar bersama untuk mendorong perekonomian Kab. Tabalong,” katanya. Woel


 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Niki14-04-2017 00:00:17 When some one searches for his essential thing, so he/she wants to be available that in detail, so that thing is maintained over here.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1630596
Kunjungan Hari Ini : 41
Online User : 19
Last Update : 28-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]