Lukisan Potret Diri Gusti Solichin Hasan

Lukisan Potret Diri Gusti Solichin Hasan

Potret Diri Gusti Solichin Hasan. Yudi Yusmili

Gusti Solichin Hasan adalah maestro pelukis asal Banjarmasin yang pernah hidup berkesenian di Yogyakarta dan Bali.

Pria kelahiran Sungai Jingah, Banjarmasin, 7 Juni 1925 ini pernah mengikuti pameran lukisan dalam dan luar negeri. Lukisan-lukisannya antara lain pernah dipamerkan bersama lukisan Affandi di Sao Paulo, Brazil, tahun 1953.

Karier melukisnya terentang dari zaman penjajahan Jepang hingga ke zaman Orde Lama. Anggraini Antemas dalam  Mutiara Nusantara menyebutkan pada zaman Jepang, Solichin bekerja di Kantor Keimin Sidobu (Dinas Penerangan Jepang) sebagai pelukis bersama rekan-rekannya antara lain Noerbrand dan Lambri Bustami.

Selain sebagai pelukis, Solichin merupakan pejuang kemerdekaan yang pernah ditangkap tentara NICA dan dijebloskan ke penjara Banjarmasin. Pada tahun 1946 setelah bebas dari hukuman penjara, Solichin meninggalkan tanah kelahirannya dan bergabung dengan Ikatan Pejuang Kalimantan (IPK) di Surakarta. Ketika Agresi Militer II meletus pada Desember 1948 Solichin memutuskan hijrah ke Jakarta.

Pada tahun 1948 ia bergabung dengan Cinedrama Institut, dan pergi melukis ke Bali pada tahun 1949 bersama pelukis seangkatannya antara lain  Zaini dan Wakijan. Tahun 1951, ia balik ke Yogyakarta dan menjadi Ketua Pelukis Indonesia. Di Kota Gudeg Yogyakarta, Solichin bekerja sebagai karyawan Jawatan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pada masa-masa tinggal di Jawa itu lah, ia banyak memamerkan lukisan-lukisannya yang realis dan impressionisme di pelbagai ajang pameran lukisan di sejumlah kota di Indonesia.

Antara tahun 1957-1959 ia sempat pulang kampung dan berkarya di Banjarmasin, namun kemudian melakoni hidup sebagai seniman lukis di Bali. Di Pulau Dewata itu, Solichin mendirikan Sanggar Lukis Studio Kedaton, di daerah Sanur.

Beberapa peninggalan hasil karya lukisan Solichin menjadi koleksi Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Satu-satunya lukisan yang masih disimpan oleh keluarganya adalah lukisan "Potret Diri" yang dibuat oleh sang maestro pada usia 21 tahun (Agustus 1946). Lukisan itu dikerjakan Solichin di rumahnya di Jalan Sungai Jingah Banjarmasin. 

“Lukisan (Potret Diri) ini dibuat dengan memakai cermin bulat. Sangat mirip,” ujar Gusti Wahdah, sang adik, ketika ditemui kabarbanjarmasin.com, Selasa (25/8/2015), di kawasan Sungai Jingah.

Pelukis Solichin tidak sempat berkeluarga. "Waktu mau baantaran (upacara pertunangan) dengan orang Bali meninggal," tutur  Gusti Wahdah. Solichin meninggal dunia di Bali, 21 Februari 1961 dan dimakamkan di Kampung Jawa, Denpasar. Kerangka jenazahnya pada tahun 1993 kemudian dipindahkan ke Taman Makam Bahagia Banjarbaru. Yus 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

2 Komentar





Validasi
  • Lidia30-07-2017 20:13:31 We are a group of volunteers and starting a brand new
    scheme in our community. Your website offered us with useful info to work on. You have performed a formidable task and
    our entire group will likely be thankful to you.
  • Sheri14-04-2017 00:43:37 You could certainly see your enthusiasm within the article you write.

    The sector hopes for even more passionate writers like
    you who aren't afraid to mention how they believe.

    At all times go after your heart.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1753481
Kunjungan Hari Ini : 936
Online User : 9
Last Update : 20-08-2017

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Travel Haji Banjarmasin

Lowongan Kerja KARIR PADwww.karirpad.com/lowongan/kerja/semuanya

[Get This]