Musikalisasi Puisi Kolaborasi Dua Seni

Festival Musikalisasi Puisi di Hotel Palm 24-25 Juni 2014

Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA se-Kalsel. Foto: Wulan

Di masyarakat, istilah deklamasi, pembacaan puisi, sajak, atau dramatisasi puisi bukanlah hal yang baru. Namun, untuk istilah musikalisasi puisi, tidak semua kalangan mengetahuinya.

Musikalisasi puisi, seperti halnya deklamasi atau pembacaan puisi, rampak puisi, dan dramatisasi puisi, adalah salah satu cara yang digunakan untuk menyampaikan dan mengekspresikan puisi kepada audiens.

Pada musikalisasi puisi, penyampaiannya disesuaikan dengan syarat-syarat deklamasi. Pada puisi yang disampaikan dengan cara musikalisasi, alat bantu utamanya ada pada musik (irama, nada, tempo, dan sebagainya).

Peneliti dari Balai Bahasa Kalsel, Saefuddin menyatakan musik diolah sedemikian rupa sebagai hasil dari penafsiran puisi yang dilakukan oleh pembuat  musikalisasi puisi. Jenis penyampaian puisi dengan cara dimusikalisasi puisi ini ada banyak macamnya.

“Tetapi yang penting, musik yang dibuat adalah semata untuk kepentingan puisi. Sehingga musik tersebut dapat menyampaikan pemahaman dan penghayatan tentang puisi itu kepada audiens. Karena itu, musikalisasi puisi di dalam bidang kesenian adalah satu bentuk kesenian tersendiri,” kata Saefuddin yang didampingi Kepala Tata Usaha, Syamsuddin, dalam acara pembukaan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA se-Kalimantan Selatan, Selasa (24/6/2014) di Hotel Palm, Banjarmasin.

Menurutnya, ajang yang diprakarsai Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyemarakkan pertumbuhan musikalisasi puisi.

“Puisi sebagai karya sastra menghadirkan kata dan ungkapan dari berbagai segi. Semua yang ada dalam puisi itu ”menjadi lebih hidup” ketika seni sastra itu dikolaborasikan dengan seni musik. Kolaborasi dua seni itulah yang sering disebut musikalisasi puisi,” tutur Saefuddin.

Jika musikalisasi puisi itu diterapkan untuk meningkatkan apresiasi sastra, siswa akan mendapat dua pengalaman yang menyenangkan dalam pembelajaran. Di satu sisi, siswa mendapat kesempatan meningkatkan apresiasinya terhadap puisi dan di sisi lain mereka dapat menyalurkan minat dan bakatnya di bidang musik.

”Ini merupakan agenda tahunan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Senada dengan Saefuddin, Kepala Tata Usaha, Syamsuddin menjelaskan, tujuan festival adalah memberi kesempatan kepada siswa SLTA  dalam menyalurkan minat, bakat, dan kemampuannya dalam bidang seni musik, menumbuhkan sikap positif dan rasa cinta siswa SLTA terhadap karya sastra dan menghidupkan kegiatan musikalisasi puisi di kalangan siswa SLTA.

“Penilaian mencakupi penyajian, komposisi musikal, keselarasan, vokal, originalitas dan penampilan,” katanya. Woel


 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 2654032
Kunjungan Hari Ini : 578
Online User : 42
Last Update : 21-06-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]