Mutiara Retak di Balik Kain Pel

Mutiara Retak di Balik Kain Pel

Sanggar Teater Mutiara PRTA Kranji  Bekasi kembali mengadakan pementasan teater yang berjudul  Mutiara Retak di Balik Kain Pel. Pementasan yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Herlina Syarifudin ini menampilkan para Pekerja Rumah Tangga Anak (PRTA) dampingan dari Mitra ImaDei, yaitu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam pendampingan dan pengorganisasian Pekerja Rumah Tangga (PRT).

“Acara dipergelarkan pada Jumat, 28 Februari 2014, pukul 16.00 WIB di Sanggar Teater Populer, Jl. Kebun Pala I No.295 Tanah Abang, pementasan kedua ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat mengenai isu PRTA,” jelas Herlina Syarifudin, melalui rilisnya kepada KabarBanjarmasin.com, kemarin.

Pekerja seni teater yang pernah menggelar Tumbal Dewi Cokek di Taman Budaya Kalsel ini mengatakan, seperti diketahui PRTA adalah fakta tak terbantahkan yang ada di masyarakat. Anak-anak berusia 13-17 tahun terpaksa bekerja menjadi PRT karena tidak bisa melanjutkan sekolah yang mahal dan tidak terjangkau oleh orang tua mereka yang berpenghasilan rendah. Tak sedikit mereka memiliki orang tua (ibu) yang juga bekerja sebagai PRT yang dulunya juga menjadi PRTA saat masih anak-anak.

PRTA tidak hanya berarti pengabaian hak anak untuk mendapatkan pendidikan, waktu bermain dan bebas ekspolitasi, tapi juga berarti persoalan sebagai PRT yang selama ini bekerja dalam situasi tidak layak (jam kerja 10-12 jam sehari, beban kerja yang berat, tidak ada hari libur, rentan mengalami kekerasan, dll).

Dengan situasi kerja seperti itu, tumbuh kembang PRTA akan terganggu karena secara fisik dan psikis belum siap untuk bekerja. Bahkan mereka yang bekerja dengan pembatasan akses untuk pendidikan dan pengembangan akan kehilangan separuh dari masa depannya dan menjadi generasi yang hilang.

“Bertitik tolak dari hal itu, pementasan yang didukung oleh ILO (Organisasi Perburuhan Internasional) dan Sanggar Teater Populer ini diharapkan mampu menjadi sarana meningkatkan kepedulian pada persoalan yang dihadapi anak-anak dari keluarga miskin yang tidak bisa mengakses pendidikan dan persoalan yang mereka hadapi sebagai PRTA yang identik dengan pekerjaan rendah dan pengabaian hak sebagai anak,” pungkasnya. Woel






 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Jacques03-09-2017 05:35:17 Great post. I was checking constantly this blog and I am
    impressed! Extremely useful info particularly the last part
    :) I care for such information much. I was seeking this certain information for a long time.

    Thank you and good luck.

Web Statistik

Total Kunjungan : 2827909
Kunjungan Hari Ini : 2333
Online User : 51
Last Update : 16-07-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]