Pangeran Ali Incar Posisi Ketua FIFA

Pangeran Ali

Pangeran Ali Bin Al Hussein dan Sepp Blatter. Foto: EPA

Wakil Ketua Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Pangeran Ali Bin Al Hussein, mengumumkan niatnya untuk menjadi ketua organisasi olahraga tersebut guna menggantikan Sepp Blatter.

Pengumuman pria berusia 39 tahun asal Yordania itu disampaikan pada Selasa (6/1/2014), menjelang pemilihan ketua FIFA di Zurich, Swiss, pada 29 Mei mendatang.

Pangeran Ali akan menantang Blatter yang masih berniat menjadi ketua FIFA dan Jerome Champagne, mantan diplomat Prancis yang bergabung dalam kepengurusan FIFA sejak 1999.

“Ini bukan keputusan mudah. Keputusan ini muncul setelah pertimbangan hati-hati dan banyak diskusi dengan sejumlah kolega FIFA terhormat selama beberapa bulan terakhir. Pesan yang saya dengar terus berulang, yaitu sudah saatnya ada perubahan,” kata Pangeran Ali yang disokong Ketua Badan Sepak Bola Eropa, Michel Platini.

Sebagaimana disebutkan dalam aturan FIFA, sosok yang hendak mencalonkan menjadi ketua harus mendapatkan dukungan dari sedikitnya lima anggota FIFA di antara 209 anggota.

Namun, Pangeran Ali tidak menyebutkan negara mana saja yang menyokongnya. Dia diperkirakan memperoleh dukungan dari sejumlah negara Eropa dan beberapa negara Asia.

Sejauh ini, Ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Sheik Salman Bin Ibrahim Al Khalifa dari Bahrain belum angkat bicara mengenai niatan Pangeran Ali. Namun, pada peringatan ulang tahun AFC ke-60 di Manila pada November lalu, Sheik Salman menegaskan dukungannya untuk Blatter.

Kontroversi
Selama 17 tahun di bawah kepemimpinan Blatter, FIFA diguncang sejumlah kontroversi, seperti penunjukan tuan rumah Piala Dunia dan tuduhan suap kepada pejabat senior.

Kontroversi terkini ialah keputusan FIFA dalam menunjuk Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022.

Pengacara Amerika Serikat, Michael Garcia, menyelidiki hal itu dan mencantumkan hasilnya dalam laporan setebal 430 halaman. Namun, belakangan dia mundur.

Bulan lalu, Blatter menangkis semua argumentasi yang menolak Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. “Perlu sebuah gempa bumi, elemen-elemen baru yang sangat penting untuk kembali membahas Piala Dunia di Qatar,” kata Blatter.

Soal rangkaian kontroversi itu, Pangeran Ali menegaskan sudah waktunya mengalihkan fokus dari kontroversi administrasi ke olahraga.

“Olahraga ini berhak memiliki kepengurusan kelas dunia—sebuah federasi internasional yang memberikan pelayanan, panutan bagi etika, transparansi, dan tata kelola baik,” kata Pangeran Ali. Ahm

Sumber: bbc.com

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Jerome31-07-2017 11:41:44 Good way of describing, and pleasant paragraph to
    get facts on the topic of my presentation topic, which i am going to deliver in institution of higher education.

Web Statistik

Total Kunjungan : 2653986
Kunjungan Hari Ini : 558
Online User : 51
Last Update : 20-06-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]