Peluang Usaha Bagi Penyelenggara Penyiaran Multipleksing

Pertemuan Kemitraan Organisasi Media

Pertemuan kemitraan organisasi media merupakan tempat dalam meningkatkan peran, kerjasama dan kesamaan persepsi antara pemerintah dengan mitra media seperti media radio, televisi, cetak dan media komunitas bertujuan agar media massa di Kalsel aktif berpartisipasi dan profesional dalam mendiseminasikan setiap informasi kepada masyarakat dengan harapan akan membangkitkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan pembangunan serta mencerdaskan kehidupan masyarakat.

“Kita ketahui bahwa pada akhir Desember 2013, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 32/2013 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi secara digital dan penyiaran multipleksing melalui sistem terrestrial,” kata Kadishubkominfo Kalsel, Drs Haris Karno MAP yang disampaikan Kabid Mass Media Dishubkominfo Kalsel, Drs H Syamsul Hidayat, Rabu (14/5/2014) di Aula TVRI Banjarmasin.

Menurutnya, Kementerian Kominfo juga telah mengumumkan hasil seleksi penyelenggara penyiaran multipleksing televisi digital tersebut di lima zona layanan pada 30 Juli 2012 kemudian dilanjutkan dengan terbitnya Keputusan Menteri Kominfo No 42/2013 yang menempatkan wilayah Kalsel pada zona layanan 14 bersama Kalimantan Timur.

“Hal ini tentunya membuka peluang usaha penyelenggaraan penyiaran multipleksing pada penyelenggaraan penyiaran televisi digital terrestrial penerimaan tetap tidak berbayar di Kalsel,” jelas Haris.

Penyelenggaraan Siaran Televisi Secara Digital

Sebagai hasil kemajuan teknologi, lanjut dia, sistem digital menawarkan lebih banyak keuntungan dibandingkan sistem analog yang dipakai di masyarakat ini. “Selain menghasilkan tampilan pada gambar  dan suara yang jauh lebih baik, format digital juga menghasilkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi yang lebih baik,” ujar Haris.

Indonesia mulai memasuki era penyiaran Television Digital terrestrial free to air (penyediaan lebih banyak saluran serta kualitas terbaik gambar dan suara secara bebas), tanpa harus membeli pesawat televisi baru. Nanti masyarakat dapat menikmati konten siaran format digital tentu saja dengan cara menambahkan perangkat converter (disebut set-top-box) pada pesawat televisi lama.

“Pergerakan teknologi ini tidak hanya melanda internet sebagai new media, namun juga televisi sebagai media penyiaran yang sudah lama menjadi pusat perhatian sebagai media. Topik pergeseran dari sistem analog ke dalam sistem digital menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan ketika menatap penyiaran di masa depan,” pungkasnya. Woel

 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Thaddeus03-09-2017 02:59:57 Greetings! Very helpful advice in this particular post! It's the little changes that will make the biggest
    changes. Thanks a lot for sharing!

Web Statistik

Total Kunjungan : 2654032
Kunjungan Hari Ini : 578
Online User : 41
Last Update : 21-06-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]