Pembiayaan Usaha Peternakan Kerbau Rawa

pola pembiayaan usaha peternakan kerbau rawa

Berbagai kegiatan dilaksanakan Bank Indonesia untuk mendorong pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah penyediaan informasi dalam bentuk hasil penelitian.
      Terkait dengan hal tersebut, Bank Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai penyusunan Lending Model (pola pembiayaan usaha) peternakan kerbau rawa, Selasa (10/9/2013).
      FGD dilaksanakan untuk menjaring tambahan informasi, saran maupun masukan dari pihak terkait guna penyempurnaan isi buku setelah kegiatan awal pada Seminar Kerbau Rawa pada tanggal 11 Juni 2013. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai ajang memperkenalkan kearifan lokal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu wisata fauna Kerbau Rawa Kalsel.
      “Peternakan kerbau rawa merupakan usaha dari banyak masyarakat Kalsel yang telah dilakukan secara turun temurun dan potensial untuk dikembangkan dan sebagai upaya pelestarian ikon peternakan dan pariwisata Kalsel,” kata Kepala Grup Ekonomi Keuangan dan Sistem Pembayaran Manajemen Intern Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Maurids H. Damanik.
      Menurutnya, mengingat daerah lahan rawa di Kalsel masih cukup besar khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dengan 89 persen daerahnya berupa rawa yang berpotensi besar untuk dapat mempertahankan dan mengembangkan ternak kerbau rawa.
      Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. HSU bahwa populasi kerbau rawa di tahun 2012 adalah sebanyak 67,08% dari keseluruhan ternak kerbau rawa di Kalsel. “Melalui FGD ini diharapkan akan lahir banyak masukan maupun saran bagi penyempurnaan penyusunan buku lending model agar dapat lebih memberikan manfaat bukan hanya bagi peternak kerbau rawa namun juga bagi perbankan yang berminat memberikan pembiayaan bagi usaha peternakan kerbau rawa,” tutur Damanik.
      Inti hasil dari FGD yang dilaksanakan oleh KPwBI Wilayah Kalimantan adalah bahwa seluruh peserta yang hadir, mulai dari dinas terkait, akademisi, perbankan sampai dengan para pelaku usaha dan peternak kerbau rawa serta budayawan memberikan apresiasi sekaligus dukungan kepada KPwBI Wilayah Kalimantan dalam menyusun buku lending model ini untuk penyempurnaan.
      Di tempat yang sama, Kepala Divisi Akses Keuangan, UMKM dan Komunikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Triatmo Doriyanto menjelaskan, koordinasi dari seluruh pihak terkait menjadi kunci utama guna mendukung komitmen bersama dalam pengembangan peternakan kerbau rawa ke depannya sehingga mampu terus terpelihara menjadi usaha yang potensial dan memacu kegiatan pariwisata di Kalsel.
      “Melalui FGD ini pula diharapkan buku lending model peternakan kerbau rawa akan menjadi layak dan dapat segera dimanfaatkan oleh pihak terkait seperti peternak kerbau rawa, dinas/instansi terkait dalam membina pelaku usaha dan perbankan dalam rangka memberikan pembiayaan kepada para pengusaha UMKM,” katanya. Woel
 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 2152688
Kunjungan Hari Ini : 1077
Online User : 28
Last Update : 24-02-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Travel Haji BanjarmasinLowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]