Penggunaan APMK di Kalsel Rendah

M Dadi Aryadi

Mokhammad Dadi Aryadi.

Perkembangan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) di Kalimantan Selatan masih terbatas  pada penggunaan kartu kredit, kartu debet dan kartu ATM.

Berdasarkan data Laporan Bulanan Bank Umum (LBU), transaksi yang menggunakan kartu kredit pada Juni 2013 hanya Rp166 miliar. Sementara itu, penggunaan e-money juga masih sangat terbatas karena perbankan yang ada menunggu  perkembangan dan animo masyarakat Kalimantan Selatan untuk penggunaan e-money ini.

“Rendahnya angka penggunaan APMK tidak lepas dari keterlibatan masyarakat dalam mengadopsi APMK sehingga perlu dilakukan penelitian tentang preferensi masyarakat Kalsel terhadap pembayaran non tunai,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Mokhammad Dadi Aryadi dalam rilisnya kepada KabarBanjarmasin.com, Jumat (21/3/2014).

Selain itu, kata dia, mengidentifikasi karakteristik dan perilaku dari masyarakat umum pengguna transaksi non tunai dan pengusaha. Menjelaskan persepsi, preferensi dan perilaku masyarakat  terhadap sistem pembayaran non tunai beserta kendala-kendala yang dihadapi. Menganalisis faktor-faktor pembentuk dan penentu  preferensi dan perilaku masyarakat umum dan pengusaha terhadap produk instrumen pembayaran non tunai.

“Alasan tidak menggunakan instrumen pembayaran non tunai, merasa belum perlu, menambah beban biaya, fasilitas non tunai pada merchant terbatas, lebih rumit, nyaman menggunakan uang tunai, pernah mengalami pengalaman buruk, tidak memiliki rekening bank, tidak ada yang memberi contoh, tidak ada diskon dan lainnya,” ujar Dadi. Woel
 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1623239
Kunjungan Hari Ini : 846
Online User : 24
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]