Perekonomian Kalsel Triwulan I 2014 Meningkat

Forum Koordinasi Ekonomi dan Keuangan Regional Kalsel

Perekonomian Kalsel Meningkat.

Optimisme perekonomian Kalsel akan semakin membaik di tahun 2014 semakin kuat dengan realisasi pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Perekonomian Kalsel pada triwulan I 2014, tumbuh 5,87 persen, atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (5,40 persen).

Peningkatan ini dipengaruhi oleh kinerja sektor pertanian dan investasi yang tumbuh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya. Kondisi ini cukup memberi optimisme dunia usaha karena secara nasional perekonomian sedang mengalami perlambatan.

“Dengan pencapaian tersebut ditambah dengan indikator harga CPO yang sudah meningkat dan indikasi bertambahnya konsumsi domestik serta investasi, maka untuk tahun 2014, Bank Indonesia tetap memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kalsel dalam kisaran 5,2 persen - 5,6 persen,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan), Mokhammad Dadi Aryadi, belum lama ini.

Di hadapan peserta Forum Koordinasi Ekonomi dan Keuangan Regional (F-KEKR) Kalsel Dadi memaparkan kondisi inflasi, kinerja perbankan, sistem pembayaran, keuangan daerah, dan ketenagakerjaan. Acara yang berlangsung di Hotel Golden Tulip Bajarmasin tersebut diisi dengan Diseminasi Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Kalsel yang rutin diterbitkan secara triwulanan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat dari Pemprov Kalsel dan Pemkot Banjarmasin, Instansi vertikal Kemenkeu, KADIN, Asosiasi, perbankan dan juga akademisi.

“Dilihat dari sisi sektoral, perekonomian Kalsel di triwulan I 2014 masih didominasi oleh 4 sektor utama yaitu: sektor pertanian (16,6 persen), sektor pertambangan (22,0 persen), sektor PHR (18,0 persen) dan sektor industri pengolahan (10,9 persen). Dari keeempat sektor utama tersebut, hampir semua mengalami peningkatan kecuali pada sektor pertambangan,” ujar Dadi.

Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa peningkatan kinerja sektor pertanian dan sektor industri pengolahan dipengaruhi oleh membaiknya produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Sementara itu, melambatnya sektor pertambangan dipengaruhi oleh pelarangan ekspor bijih besi
setelah pemberlakuan UU Minerba dan penurunan ekspor batubara ke Tiongkok.

Selain melakukan diseminasi KEKR triwulan I 2013, Forum KEKR Kalsel tersebut juga membahas mengenai kesiapan tenaga kerja Kalsel dalam menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) 2015. Dengan adanya Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) 2015, maka di akhir tahun 2015 Indonesia harus siap untuk menghadapi aliran bebas barang (free flow of goods), aliran bebas sektor jasa (free flow of services), aliran bebas investasi (free flow of investment), aliran bebas modal (free flow of capital), aliran bebas tenaga terdidik (free flow of skilled labour).

“Salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan dalam persiapan menyambut KEA 2015 adalah kualitas tenaga kerja itu sendiri. Kualitas tenaga kerja dianggap menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing sehingga mampu membawa Indonesia memenangkan pasar dalam KEA,” kata Kepala Divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan KPw BI Wilayah II (Kalimantan) yang menjadi moderator jalannya diskusi, Triatmo Doriyanto.

Menurutnya, salah satu tantangan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Kalsel adalah masalah pendidikan. Dari perbandingan Human Development Index dan rata-rata lama pendidikan Indonesia masih relatif rendah jika dibandingkan negara ASEAN lain.

Meskipun demikian untuk Kota Banjarbaru dan Banjarmasin menunjukkan Human Development Index dan Rata-rata lama pendidikan yang lebih baik dibandingkan Indonesia secara keseluruhan. Hal ini terlihat pula dari data BPS tahun 2012 yang menunjukkan pekerjaan utama penduduk Kalimantan Selatan didominasi oleh pekerja di sektor informal sebesar 63,43 persen. Selain itu, para pekerja tersebut mayoritas bekerja dengan mengandalkan ijazah sekolah dasar, yakni 53,99 persen dan yang bekerja berbekal ijazah diploma atau lulusan universitas tidak mencapai angka 10 persen, hanya sekitar 8,89 persen. Woel

 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1623236
Kunjungan Hari Ini : 844
Online User : 26
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]