Perimbangan Sumber Berita Sangat Perlu

Bimtek Jurnalistik Audio Visual

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kalsel, Sofian AH dalam  kegiatan   Bimbingan   Teknis   Jurnalistik   Audiovisual  dan Penerbitan, Rabu (10/8/2016). KabarBanjarmasin/Jamil

Jurnalistik diibaratkan ‘Jembatan’ masyarakat dengan sebuah kejadian atau peristiwa. Jika sebuah kejadian tidak pernah diberitakan oleh media, maka sangat besar kemungkinannya masyarakat tidak akan pernah tahu bahwa kejadian tersebut pernah terjadi.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Sofian AH dalam  kegiatan   Bimbingan   Teknis   Jurnalistik   Audiovisual  dan Penerbitan, Rabu (10/8/2016)  di Gedung PWI Kalsel, Banjarmasin.

Menurutnya, jurnalistik tidak hanya menyampaikan kejadian pasif seperti bencana gempa bumi atau peristiwa kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menyampaikan peristiwa aktif  seperti perseteruan politik atau bentrokan polisi dengan mahasiswa.

“Pada saat menyampaikan peristiwa aktif inilah sebuah perimbangan sumber berita dari kedua belah pihak sangat diperlukan. Jika tidak berimbang , maka itu akan sangat mempengaruhi terhadap penilaian masyarakat terhadap berita tersebut, yang pada gilirannya juga akan berat sebelah,” kata Sofian.

Jurnalistik bukan pengadil atau hakim atas sebuah kasus atau peristiwa. Jurnalistik hanya menyampaikan fakta, masyarakat sendirilah yang akan menilai kejadian tersebut lebih lanjut. Pada jurnalistik tidak dibenarkan memberikan penilaian atas sebuah kasus, kecuali penilaian itu berasal dari nara sumber wawancara.

“Dalam menyampaikan peristiwa, jurnalistik harus menyampaikan kronologis detil peristiwa tersebut jangan dipotong - potong dan yang sangat penting dalam jurnalistik baik audio maupun visual untuk mewawancarai sumber yang berkompeten, jangan asal-asalan,” jelasnya.

Membicarakan jurnalistik berarti mengupas masalah pendidikan menulis dan jurnalis atau wartawan. Berlatih jelas lebih penting sebab kegiatan menulis atau menjadi wartawan lebih memerlukan keterampilan dan bukan sekedar pengetahuan. Selain dengan berlatih, keterampilan juga akan datang secara otomatis apabila seseorang terus menerus bekerja sambil memperbaiki diri.

“Kita tentunya menyadari bahwa di tengah peradaban dunia modern dan global sekarang sangat terasa semakin tingginya tuntutan terhadap peranan pers dalam pembangunan bangsa dan negara, baik itu di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, ketahanan serta keamanan,” ujar Sofian. Woel 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Oren14-04-2017 00:50:32 Hello! I could have sworn I've been to this blog before
    but after browsing through some of the post I realized it's new
    to me. Anyways, I'm definitely delighted I found it and I'll be bookmarking and checking back
    often!

Web Statistik

Total Kunjungan : 1622878
Kunjungan Hari Ini : 653
Online User : 19
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]