Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Sistem Keuangan Terjaga

Tirta Segara

Tirta Segara. KabarBanjarmasin/Ist

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14 dan 16 Februari 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, menyatakan keputusan tersebut konsisten dengan upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendukung momentum pemulihan ekonomi domestik.

“Sejalan dengan membaiknya perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia,  membaik dengan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang tetap terjaga. Meskipun demikian, Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik yang bersumber dari global terutama terkait arah kebijakan AS dan risiko geopolitik di Eropa, maupun dari dalam negeri terutama terkait dengan dampak penyesuaian administered prices terhadap inflasi,” tuturnya.

Untuk itu, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Selanjutnya Bank Indonesia akan terus melakukan penguatan koordinasi dengan pemerintah dengan fokus pada pengendalian inflasi, agar tetap berada pada kisaran sasaran dan kelanjutan reformasi struktural untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

“Perekonomian dunia membaik, terutama didukung oleh AS dan Tiongkok, diikuti dengan harga komoditas global yang terus meningkat. Perbaikan ekonomi AS diperkirakan terus berlanjut didukung oleh konsumsi dan investasi yang meningkat. Perekonomian Tiongkok diperkirakan tetap tumbuh cukup kuat sejalan dengan proses rebalancing ekonomi yang berlangsung secara gradual. Sementara itu, harga komoditas dunia, termasuk harga minyak dan komoditas ekspor Indonesia, menunjukkan peningkatan,” jelas Tirta.

Namun, sejumlah risiko global tetap perlu diwaspadai. Rencana ekspansi kebijakan fiskal pemerintah AS di tengah sinyal pengetatan kebijakan moneter dapat mendorong penguatan mata uang AS dan penyesuaian suku bunga yang lebih cepat.

Rencana relaksasi regulasi sektor keuangan di AS, meskipun dapat mendorong aktivitas keuangan di negara itu, dapat meningkatkan risiko stabilitas sistem keuangan global.

Demikian pula, kecenderungan kebijakan proteksionis perdagangan AS, disetujuinya “Hard Brexit” oleh Parlemen Inggris serta risiko geopolitik di Eropa dapat menurunkan volume perdagangan dunia dan menambah ketidakpastian global. Tie

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Mae14-04-2017 00:01:49 I all the time used to study post in news papers
    but now as I am a user of internet therefore from now I am using net for articles or reviews,
    thanks to web.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1627522
Kunjungan Hari Ini : 845
Online User : 17
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]