Presiden Lantik Panglima TNI dan Kepala BIN

Sutiyoso Kepala BIN

Kepala BIN Sutiyoso. AFP

Presiden Joko Widodo resmi melantik Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI dan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Rabu (8/7/2015) siang.

Jenderal Gatot Nurmantyo menggantikan posisi Jenderal Moeldoko yang akan memasuki usia pensiun pada 1 Agustus mendatang.

Adapun Sutiyoso menggantikan Kepala BIN sebelumnya, yaitu Letjen TNI (Purnawirawan) Marciano Norman.

Pelantikan ini berlangsung setelah DPR pada Jumat (3/7/2015) lalu menyetujui pencalonan Gatot Nurmantyo dan Sutiyoso yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.

Gatot Nurmantyo, kelahiran 13 Maret 1960 di Tegal, Jateng, menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sejak pertengahan 2014 lalu.

Lulusan Akademi Militer pada 1982 ini pernah menjabat sebagai Gubernur Akmil (2009-2010), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Komandan Kodiklat TNI AD (2011-2013) dan Pangkostrad (2013-2014).

Sementara, Sutiyoso, lulusan Akmil pada 1964, pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kodam Jaya.

Setelah mengakhiri kariernya di dunia militer, Sutiyoso pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Penunjukan Sutiyoso sebagai Kepala BIN sempat menjadi sorotan karena dugaan keterlibatannya dalam peristiwa kekerasan 27 Juli 1996, yaitu penyerangan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta.

Lebih terbuka

Sutiyoso berjanji akan menjadikan BIN lebih terbuka dengan mengajak masyarakat ikut memberi informasi.

"Pekerjaan intelijen itu memerlukan banyak sekali informasi dari berbagai sumber, karena itu nanti ke depan BIN akan lebih terbuka," kata Sutiyoso di Istana Negara Jakarta, Rabu.

BIN akan memberi ruang kepada masyarakat untuk ikut berperan memberi informasi terkini yang berkaitan dengan keamanan negara mulai dari urusan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya hingga pertahanan.

Nantinya, Sutiyoso akan lebih dulu melakukan konsolidasi internal BIN. Mulai dari struktur organisasi, kemampuan SDM hingga fasilitas yang dimiliki. "Pastinya sasaran kita ke depan akan membangun intelijen yg tangguh dan profesional. Jadi ke depan banyak sekali pekerjaan kita," tandasnya. BBC/detik

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Alena03-09-2017 14:36:06 Your means of explaining the whole thing in this post is really pleasant, every one
    be able to simply understand it, Thanks a lot.

Web Statistik

Total Kunjungan : 2152727
Kunjungan Hari Ini : 1099
Online User : 36
Last Update : 24-02-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Travel Haji BanjarmasinLowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]