Produksi Minyak Sawit RI Naik 15 Kali Lipat

produksi minyak kelapa sawit

Di Indonesia sawit bisa tumbuh secara fantastis. Yudi Yusmili

Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir terbesar minyak sawit atau crude palm oil (CPO) di dunia. Bahkan dalam 20 tahun terakhir, produksi CPO dalam negeri naik 15 kali lipat.

Hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, Derom Bangun, di acara Forum 2015 Palm Oil As An Indonesian Prime Mover, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

"Dalam perkembangannya, ekspor minyak sawit Indonesia tumbuh sangat pesat. Awalnya saat tahun pertama sama-sama produksi, Malaysia menghasilkan 330 ribu ton sedang Indonesia separuhnya 160 ribu ton. Saat ini produksi Indonesia sudah lebih dari 100 kali lipat," kata Derom.

Derom menjelaskan, ekspor minyak sawit Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan selama 20 tahun terakhir. "Pada 1995 ekspor CPO kita sebesar 2 juta ton. Kemudian naik menjadi 2,5 juta ton pada 2001. Sepuluh tahun kemudian menjadi 12 juta ton pada 2011 dan 23 juta ton pada 2014 lalu," jelasnya.

Peningkatan ekspor CPO Indonesia mengalahkan Malaysia. "Malaysia juga meningkat tapi hanya dari 5 juta ton menjadi 12 juta ton. AS saja ekspornya hanya sekitar 4,7 juta ton. Sehingga pada perdagangan luar negeri, Indonesia ekspor terbesar minyak nabati di dunia," ucapnya.

Menurut Derom, perkembangan tersebut bukan tanpa hambatan. Berbagai hambatan harus dihadapi seperti yang terjadi pada 2000 lalu, yaitu adanya peristiwa minyak sawit dicemari solar. Ekspor pun terhambat ke Eropa dan ke negara tetangga.

Derom menekankan, saat ini para pelaku usaha minyak sawit perlu bersama-sama mengadakan promosi dan advokasi. "Ekspor kita terbesar tapi ada kelemahan dibanding eksportir lain, yaitu promosi dan advokasi sebesar negara produsen lain seperti Malaysia," tambahnya.

Produksi CPO, kata Derom, tahun ini target produksi CPO mencapai 31,25 juta ton. Pada 2016 mendatang akan menjadi 33 juta ton ditambah minyak inti sawit.

Dia mengatakan, di Indonesia sawit bisa tumbuh secara fantastis. Sayangnya belum maksimal penyerapan di dalam negeri. "Perkembangan pasar sawit Indonesia masih didominasi ekspor. Meski banyak usaha dilakukan untuk memperbesar pasar dalam negeri sseperti mandatori B 15% tetap belum signifikan meningkatkan konsumsi dalam negeri," jelasnya.

Derom juga menyinggung masih kuatnya kampanye negatif produk minyak sawit Indonesia. "Peningkatan produk ekspor sangat pesat menjadi perhatian dunia terutama LSM. Penting bagi pengusaha untuk melakukan pendekatan pasar melalui diplomasi untuk mencegah kampanye negatif yang menghambat produk kita diekspor," ujarnya. detik

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1744852
Kunjungan Hari Ini : 207
Online User : 19
Last Update : 16-08-2017

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

Lowongan Kerja KARIR PADwww.karirpad.com/lowongan/kerja/semuanya

[Get This]