Sektor Usaha Kalsel Berangsur Pulih

Mokh. Dadi Aryadi

Perekonomian ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2012 yang tumbuh melambat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 6,12% (yoy) menjadi 5,73% (yoy), mendapat perhatian khusus dari Bank Indonesia.

“Meski mengalami perlambatan, apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan selama 10 tahun terakhir yang rata-ratanya sebesar 5,3% (yoy), pertumbuhan ekonomi Kalsel tahun 2012 ini masih terbilang berada pada level relatif tinggi. Hal ini tetap menjadi perhatian kita bersama, sehingga tahun mendatang pertumbuhan ini dapat lebih ditingkatkan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Mokh. Dadi Aryadi.

Melihat arah perkembangan perekonomian global dan perekonomian domestik, Dadi optimistis bahwa prospek perekonomian Kalsel akan tumbuh lebih baik pada tahun 2013 ini. Berdasarkan survei Bank Indonesia, secara umum pelaku usaha di Kalsel memiliki sentimen positif terhadap arah perekonomian Kalsel ke depan. Sentimen positif dimaksud tercermin dari naiknya angka indikator ekspektasi kegiatan usaha dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan oleh Bank Indonesia setiap triwulan, yaitu dari 14,18 pada akhir 2012 lalu menjadi 17,79 pada triwulan I-2013 ini.

“Meningkatnya optimisme pelaku usaha terutama karena mulai membaiknya kinerja salah satu sektor utama Kalsel, yaitu sektor pertambangan dengan komoditas unggulan berupa batubara yang mengindikasikan pemulihan usaha,” ujarnya.

Hal ini tercermin dari optimisme pelaku usaha pertambangan, sehingga indikator ekspektasi kegiatan usaha sektor pertambangan meningkat dari -33,3 pada akhir 2012 menjadi -5,56 di triwulan I-2013. Tekanan pada sektor tambang yang terjadi pada triwulan I-2013 ini tidak sebesar triwulan sebelumnya. Hal ini  terindikasi dari mulai meningkatnya harga batu bara di pasar internasional maupun peningkatan produksi batu bara seiring membaiknya penyerapan batubara di pasar internasional.

“Di sisi lain, untuk sektor pertanian, pada triwulan I-2013 ini tampaknya pelaku usaha justru masih belum mengindikasikan sentimen positif. Hal tersebut wajar, jika kita melihat siklus bisnis sektoral untuk sub sektor tanaman pangan, dimana pada triwulan I umumnya merupakan masa tanam padi di beberapa sentra pertanian Kalsel, sehingga produksi tanaman pangan tidak akan setinggi triwulan yang sebelumnya,” jelasnya.

Demikian halnya untuk sub sektor perkebunan yang juga belum mengindikasikan peningkatan kinerja. Meskipun demikian, prospek perkebunan diperkirakan akan semakin cerah. “Selain membaiknya prospek harga komoditas di pasar internasional, pemulihan ekonomi di negara Amerika diharapkan akan mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan produksi,” pungkas Dadi. Woel

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Cedric01-08-2017 11:12:56 This article is actually a pleasant one it assists new internet viewers, who are
    wishing in favor of blogging.

Web Statistik

Total Kunjungan : 2827957
Kunjungan Hari Ini : 2356
Online User : 35
Last Update : 16-07-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]