Sendratari Kolosal Manjalung Ratu Zaleha

Sebuah karya sendratari kolosal berjudul “Manjalung Ratu Zaleha” akan dipersembahkan STKIP PGRI Banjarmasin. Diperkirakan sekitar 2.000 hingga 2.500 penonton akan hadir menyaksikan di Gedung Sultan Suriansyah.

Menurut Penanggungjawab Penyelenggaraan Pergelaran, Gita Kinanthi Purnama Azri, STKIP PGRI Banjarmasin mempersembahkan sendratari kolosal “Manjalung Ratu Zaleha” ini bermula dari pergelaran setahun lalu yaitu Ramayana Full Story dan berhasil memukau penonton. Pergelaran ini merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukan dan Produksi Tari.

“Acara digelar pada Sabtu, (20/1/2018) mendatang, pukul 20.00 Wita. Kisah ini terinspirasi dari semangat juang dan kisah Ratu Zaleha sebagai pejuang perempuan Kalimantan Selatan di era Perang Banjar. Luka mendalam, melihat Banua terkoyak di depan mata. Kehilangan ayah dan kakek, memantik semangat juang kian berkobar. Mandat yang diberikan ayahanda, menjadi janji diri untuk membebaskan Banua dari penjajah,” jelas Dosen Manajemen Seni Pertunjukan dan Produksi Tari ini.

Menurutnya lagi, STKIP PGRI Banjarmasin merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang memiliki Program Studi Pendidikan Seni Tari. “Kami fokus dalam membangun masyarakat pada bidang seni dan budaya, baik lokal maupun nasiona. Perwujudan nyata kami berorientasi pada dunia pendidikan (calon guru seni budaya) dan praktisi seni profesional (seniman, koreografer, penata rias dan busana, penata musik, aktor, manajer pertunjukan dsb). Hal ini menjadi sebuah kebanggaan bersama dan kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Gita. 

Produksi sendratari kolosal ini melibatkan sekitar 200 orang dengan penari 100 orang yang digelar selama 60 menit. Dipersembahkan oleh mahasiswa, alumni dengan bimbingan para dosen yang profesional.

“Wacana sejarah Banua yang dikemas dengan format kolosal bertujuan untuk mewarnai kreatifitas generasi muda, tanpa meninggalkan tradisi dan budaya luhur. Nilai pendidikan di dalamnya akan membuka kesejarahan Kalsel sedangkan nilai estetis dari koreografi tentu saja menjadi amunisi keunggulan karya ini,” ujar Gita. Woel

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 2152664
Kunjungan Hari Ini : 1058
Online User : 21
Last Update : 24-02-2018

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Travel Haji BanjarmasinLowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]