Serangan 9 November 1945 Dirancang di Pengambangan (2)

M Amin Effendi

M Amin Effendi, pimpinan penyerangan Jumat 9 November 1945

Kemarahan rakyat terhadap NICA menjadi-jadi. Insiden pemukulan terhadap seorang Belanda NICA yang merobek pamflet di Pasar Baru Banjarmasin pada tanggal 1 November 1945, berlanjut dengan aksi penyerangan pada tempat-tempat yang telah ditetapkan pada malam harinya.

Sebagaimana dikutip dari Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945-1949) Daerah Kalimantan Selatan, Editor A Gazali Usman dan Ramli Nawawi), objek-objek yang akan diserang antara lain pelabuhan, rumah sakit, untuk menawan tentara Belanda yang sedang sakit, penjagaan polisi, untuk merebut senjata mereka.

Dilakukannya penyerangan ke pelabuhan tersebut sehubungan dengan adanya berita yang diterima dari Gusti Mayur, dari  Badan Pembantu Oesaha Gubernur (BPOG) di Jawa, bahwa sekitar tanggal 2 November 1945 akan ada pengiriman senjata dari Jawa dengan mengggunakan kapal Palang Merah.

Penyerangan dilakukan oleh rakyat yang tergabung dalam Barisan Berani Mati-Barisan Pemberontak Republik Indonesia Kalimantan (BBM-BPRIK) ini cukup terorganisir. Penyerangan dilakukan pada malam tanggal 1 ke 2 November 1945.

BBM-BPRIK adalah organisasi yang didirikan oleh tokoh-tokoh pergerakan di Banjarmasin pada tanggal 16 Oktober 1945 dengan pimpinan organisasi antara lain A Ruslan, Hadhariah M, Hasan Amir, Ahmad Benyamin, Mahlan SB , M Amin Effendi dan Aminudin. Tokoh-tokoh organisasi kelasykaran ini segera menyusun kelompok-kelompok dan mengatur penjagaan-penjagaan serta mengusahakan senjata api. Karena penangkapan-penangkapan oleh NICA, markas perlawanan dipindahkan ke Pengambangan sejak tanggal 20 Oktober 1945.

Kelompok Pasar Baru yang akan melakukan serangan ke objek-objek sasaran mempunyai kekuatan sekitar 60 orang dipimpin oleh M Amin Effendi dan Ahmad Jarkasi Yusuf dengan persenjataan terdiri dari empat karabijn Jepang dan senjata-senjata tajam lainnya. Penyerangan ini gagal karena komando dikaitkan dengan kedatangan kapal yang diberitakan akan datang malam itu. Ternyata yang ditunggu-tunggu tidak datang, karena itu komando tak kunjung tiba. Selain itu dari pihak juga  telah diterima kabar bahwa NICA sudah mengetahui akan adanya pemberontakan malam itu dan mereka akan menjalankan siasat busuk bahwa “apabila serangan terjadi, mereka akan membunuh perwira-perwira Australia, dimana pemuka-pemuka rakyat dan tokoh-tokojh revolusioner akan difitnah”. Walaupun demikian pada waktu itu sekelompok pemuda menyerang sebuah pos polisi NICA dan berhasil merampas sebuah karabijn.

Aksi penyerangan rakyat yang tergabung dalam BPRIK tersebut di atas oleh pihak NICA dijadikan alasan untuk melakukan penangkapan terhadap rakyat dan tokoh-tokoh perjuangan yang dicurigai. Diantara yang tertangkap adalah Mahlan SB, seorang tokoh pimpinan BPRIK dengan beberapa orang kawan.

Rakyat berusaha mengadakan hubungan dengan Kompi X dan polisi NICA berbangsa Indonesia yang menyatakan berpihak kepada perjuangan bangsa Indonesia. Kegiatan selanjutnya adalah menyiapkan penyerangan kedua pada tanggal 9 November 1945, sebagai lanjutan dari penyerangan tanggal 1 November 1945. Kompi X pada umumnya beranggotakan bekas serdadu Belanda, bekas romusha, bekas polisi, bekas orang-orang politik yang dibawa dari Australia. Kompi X banyak memberikan bantuan kepada para gerilyawan di Kalimantan Selatan.

Penyerangan kedua ini dikoordinir oleh tokoh-tokoh seperti A Rusllan,  Hadhariah M,  M Saberi, dengan titik kumpul di Markas Pengambangan. Sedangkan pimpinan penyerangan dipegang oleh M Amin Effendi, Aminudin dan Halid. Penyerangan akan dilakukan siang hari atas usul kelompok Halid, dengan alas an untuk dapat membedakan antara orang-orang NICA/KNIL dengan tentara Australia. Kenekatan kelompok Halid didasari atas keyakinan bahwa mereka telah memiliki ilmu kebal.

Fase pertama dari aksi ini adalah merebut senjata api di Tangsi Polisi, sesuai dengan hasil kesepakatan anggota-anggota Kompi X dan polisi NICA yang memihak perjuangan. Sedangkan sasaran umum sebenarnya adalah Asrama Tatas, Pelabuhan, Rumah Sakit Ulin dan lain-lainya. Dalam serangan ini dikerahkan sekitar 250 orang pemuda dari dalam kota dan sekitar 100 orang dari luar kota, dengan persenjataan 4 buah karabijn, 2 pistol, sejumlah granat dan senjata tajam lainnya.

Tetapi rencana penyerangan tersebut rupanya sudah bocor, sehingga anggota-anggota Kompi X dan polisi NICA lainnya yang bersedia membantu para pemuda, ternyata telah dipindahkan  oleh atasan mereka sebelumnya. Bahkan pasukan lapis baja NICA telah siap menyerang para pemuda yang sudah rapat mengepung dan mulai bergerak mendekati Tangsi Polisi.

Dalam penyerangan gagah berani yang terjadi pada tanggal 9 November 1945 itu telah gugur 9 orang kesuma bangsa anggota BPRIK. Mereka adalah Baderan, Baderun, Utuh, Umar, Pain, Jamain, Tipa, Dullah dan Ma’rufi. Untuk memperingati persitiwa bersejarah ini telah didirikan sebuah Tugu 9 November di Kampung Pengambangan. Sementara untuk mengenang pengorbanan dan keheroikan ke-9 orang kesuma bangsa tersebut, telah didirikan pula tugu peringatan bertuliskan nama-nama para pahlawan  yang telah gugur tersebut, di Jalan Jawa (kini Jalan DI Panjaitan) dekat Tangsi Polisi (kini kantor Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan), di lokasi peristiwa itu terjadi.

Peristiwa Pemberontakan Jumat 9 November 1945 yang menyebabkan gugurnya 9 kesuma bangsa itu selanjutnya diikuti dengan aksi NICA menangkapi para pemuda dan tokoh-tokoh perjuangan di daerah ini. M Amin Effendi ditangkap polisi NICA di daerah Martapura ketika sedang berusaha melarikan diri.

NICA juga menyerang Markas Gerilya di Pengambangan dan menguasainya.  A Ruslan, Hadhariah M, Aminuddin, Abdul Kadir juga berusaha melarikan diri dan menjadi orang buronan NICA. Aly

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Shannan03-09-2017 02:13:44 No matter if some one searches for his necessary thing,
    so he/she wants to be available that in detail, thus that thing is maintained over here.

Web Statistik

Total Kunjungan : 1870148
Kunjungan Hari Ini : 2125
Online User : 20
Last Update : 21-09-2017

KukuBima Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Gado-Gado Ayomi

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Travel Haji Banjarmasin

Lowongan Kerja KARIR PAD

[Get This]