Undangan La Nuit des Idees

Undangan La Nuit des idées

IFI Jakarta menggelar La Nuit des idées bertajuk Malam Pedalangan.


Tempat : Auditorium IFI Jakarta
Tanggal : 26 Januari 2017 | 18.00-22.00 WIB

Sudah beberapa tahun belakangan ini, sebuah format pertemuan baru untuk para cendekia hadir: saat malam tiba, publik diundang datang untuk bertemu dengan para peneliti, seniman dan inovator, tidak hanya untuk mendengarkan pemikiran mereka, namun juga untuk melihat karya-karya mereka. La Nuit des idées atau Malam Pertemuan & Berbagi Ide adalah program diskusi yang dibungkus dalam konsep baru yang telah disaksikan oleh ribuan orang di seluruh dunia.

Sebagaimana rilis yang dikirimkan Institut Prancis di Indonesia kepada KabarBanjarmasin.com, Rabu (25/1/2017), tahun ini Institut Français sebagai penyelenggara menetapkan 26 Januari 2017 sebagai tanggal perhelatan yang akan diadakan secara berbarengan di seluruh dunia. Bersama kita akan mempromosikan bebasnya pertukaran ide di berbagai rumah ilmu dan budaya, tidak hanya di Prancis, namun juga di banyak negara.

La Nuit des idées tahun ini mengambil tema Un monde commun atau Dunia Bersama dan mempertemukan sejumlah narasumber internasional yang terdiri dari cendekiawan, peneliti dan seniman untuk berdiskusi di tempat-tempat perhelatan acara ini di 5 benua. Berangkat dari tema ini, Institut Prancis di Indonesia (IFI) akan menggelar diskusi lintas disiplin dengan mengundang pembicara dari berbagai bidang: sosiologi, filsafat, tata kota, agama, museologi, sastra, dlsb.

IFI Jakarta menggelar La Nuit des idées bertajuk Malam Pedalangan untuk edisi kali ini.

Dalang adalah seorang narator yang menarikan wayang dalam sebuah lakon; biasanya lakon-lakon mistik Hindu. Namun, pada hakikatnya, wayang adalah gambaran yang mencerminkan kehidupan manusia dan dalang adalah penyampainya. Wayangan akan menjadi konsep perhelatan malam ini di mana penonton bebas datang dan pergi sesuai keinginan mereka. Para narasumber sebagai tukang tutur akan memaparkan cerita-cerita mereka lewat pertunjukan wayang, film, musik dan diskusi.

Dari wayangan asli yang akan dibawakan oleh Pak Toyo, pedalangan akan berlanjut ke beragam tema, mulai dari museologi, seni, filsafat sampai sinema. Sisipan pertunjukan musik  dari Kandank Jurank Doank akan menandai pergantian menuju pemutaran film pendek Prenjak yang akan dipresentasikan oleh sang sutradara sendiri, Wregas Bhanuteja, bersambung kemudian dengan diskusi antara seorang ahli tata kota dan seorang sosiolog.

Perhelatan malam ini akan terhubung dengan IFI di kota-kota lain (Yogyakarta, Bandung dan Surabaya) melalui koneksi konferensi jarak jauh agar momen berbagi ini dapat dinikmati secara berjamaah pada waktu nyata.

Acara dimulai pukul 19.00 dan berlangsung selama 3 jam. Penyampaian dalam bahasa Inggris dan Prancis oleh beberapa pembicara akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Para dalang:
•    Yannick Lintz (Penanggung Jawab Departemen Seni Islam Museum Louvre Paris)
•    Elisabeth Inandiak (sosiolog, penulis)
•    Perwakilan dari Jakarta Islamic Center
•    Christian Girard (Guru Filsafat Sekolah Internasional Prancis Jakarta)
•    Dominique Roubert (Atase Pers Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia)
•    Wregas Bhanuteja (sutradara film pendek Prenjak)
•    Elisa Sutanudjaja (Penanggung Jawab Program Pusat Studi Perkotaan RUJAK)
•    Dik Doank (Pendiri Kandank Jurank Doank)
•    Pak Toyo (dalang)

Terbuka untuk umum. Gratis!

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

1 Komentar





Validasi
  • Hildegarde14-04-2017 00:49:21 Terrific article! That is the kind of information that should be shared across
    the internet. Shame on the search engines for no longer positioning
    this put up upper! Come on over and discuss with my web site .
    Thank you =)

Web Statistik

Total Kunjungan : 1627522
Kunjungan Hari Ini : 845
Online User : 15
Last Update : 25-06-2017

Sodo Muncul Tolak Linu Herbal

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Gado-Gado Ayomo Banjarmasin

Travel Haji Banjarmasin

[Get This]